BANYUMAS, JAWAPOST.net — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas menggelar Pelatihan Da’i dan Digitalisasi Dakwah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu menghadirkan Ketua Umum MUI Banyumas, Drs. Taefur Arofat, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Taefur Arofat menekankan pentingnya transformasi dakwah di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang kian masif.

Menurutnya, para da’i, khususnya generasi muda, harus mampu hadir dan berperan aktif di ruang digital dengan menyampaikan pesan-pesan Islam yang menyejukkan dan berorientasi pada persatuan.

Ia menyebutkan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi utama bagi seorang da’i. Fisik yang sehat, mental yang tangguh, serta akhlak yang baik dinilai sebagai syarat mutlak agar da’i mampu menjadi teladan, terutama bagi generasi milenial dan Gen Z.

 

 

Taefur Arofat menegaskan bahwa dakwah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berbicara, tetapi juga harus dilandasi keikhlasan dan kesabaran. Nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, kata dia, harus tercermin dalam perilaku dan tutur kata, bukan sekadar menjadi slogan.

Selain karakter, penguasaan ilmu agama juga menjadi perhatian utama. Ia mendorong para da’i muda untuk terus melakukan tafaqquh fiddin melalui pendalaman ilmu dasar Islam, memperluas wawasan keislaman, serta memiliki kemampuan bahasa Arab minimal secara pasif sebagai bekal memahami sumber-sumber keilmuan.

Dalam konteks dakwah digital, Taefur Arofat mengingatkan agar para da’i bijak dalam menyampaikan pesan di ruang maya.

Mengacu pada Surah An-Nahl ayat 125, ia menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, mau’izhatul hasanah, serta dialog yang santun agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Ia berharap digitalisasi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus menghadirkan konten-konten kreatif yang merangkul semua kalangan, tanpa meninggalkan keilmuan yang otentik sebagaimana tradisi para ulama.

Baca Juga:  Ratusan Santri Al-Ittihaad 2 Pasir Lor Ikuti Latihan Koor untuk Walimatul Ihtiram 2026

Menurutnya, media digital seharusnya menjadi sarana dakwah yang membawa kesejukan dan manfaat bagi masyarakat luas, bukan alat untuk saling menghakimi atau memperuncing perbedaan.

(Shlh).