Jawapost.net | Jakarta

Densus 88 Antiteror Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) 2026 dengan fokus penguatan strategi menghadapi ancaman ekstremisme berbasis digital yang kini menyasar anak dan remaja.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Mayndra Eka Wardhana, mengatakan pola penyebaran radikalisme kini berkembang melalui media sosial, platform digital, hingga game online.

“Ruang digital menjadi media baru penyebaran paham ekstremisme dan kekerasan,” ujarnya.

Rakernis yang diikuti sekitar 670 peserta itu juga membahas meningkatnya kasus paparan radikalisme terhadap anak. Data tahun 2026 mencatat 132 anak terpapar radikalisme dan 115 lainnya telah mendapat intervensi bersama Polda serta pemerintah daerah.

Kapolri dalam arahannya mengapresiasi keberhasilan Densus 88 menjaga status zero terrorist attack selama hampir tiga tahun terakhir. Namun, ia mengingatkan ancaman ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Rakernis 2026 diharapkan memperkuat sinergi intelijen dan penegakan hukum dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta melindungi generasi muda dari ancaman ekstremisme digital.

Pewarta : (Shlh)

Baca Juga:  Kapolres Magelang Kota Cek Kesiapan Gereja Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026