
Baturraden | Jawapost.Net
Kepengurusan Komite SMP Negeri 1 Baturraden masa bakti 2026-2029 resmi menerima Surat Keputusan (SK) pembentukan kepengurusan. Momentum tersebut menandai dimulainya peran baru komite sebagai mitra strategis sekolah dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan.
SK Kepala Sekolah Nomor 800/629/2026 tentang Pembentukan Komite Sekolah SMP Negeri 1 Baturraden diserahkan secara simbolis oleh Kepala SMP Negeri 1 Baturraden, Agus Tri Haryatno, kepada Ketua Komite, Nana R Akbar. Prosesi tersebut disaksikan delapan pengurus komite lainnya.
Agus mengatakan, keberadaan komite memiliki posisi penting dalam membangun sinergi antara sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai diperlukan agar berbagai program sekolah dapat berjalan secara optimal.
“Kolaborasi yang solid antara pihak sekolah dan komite diperlukan untuk membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik, dengan mendukung program kerja sekolah,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, sekolah akan berupaya memaksimalkan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai berbagai kebutuhan dan program pendidikan. Namun, terdapat sejumlah kegiatan yang belum dapat sepenuhnya ditopang melalui anggaran BOS sehingga membutuhkan dukungan dan sinergi dengan komite sekolah.
Di sisi lain, Ketua Komite SMP Negeri 1 Baturraden Nana R Akbar menegaskan kesiapan seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan amanah hingga akhir masa bakti 2029.

Menurut Nana, komite tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap administrasi sekolah, tetapi harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat.
“Dengan diterimanya SK ini, kami siap menjalankan amanah dan bersama-sama mendukung program sekolah demi kemajuan pendidikan di SMP Negeri 1 Baturraden,” kata Nana.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian awal kepengurusan baru adalah penataan kantin sekolah. Rencananya, kantin akan dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih layak.
Langkah tersebut berkaitan dengan proses penilaian sekolah sehat. Lokasi kantin yang saat ini berada terlalu dekat dengan fasilitas toilet menjadi salah satu persoalan yang perlu dibenahi.
“Tadi Kepala Sekolah menyampaikan kendala dalam penilaian sekolah sehat karena kantin terlalu dekat dengan WC. Setelah kami lihat, memang benar adanya. Sementara masih ada lahan yang lebih layak,” jelas Nana.
Penataan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung penilaian sekolah sehat, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, nyaman, dan memenuhi standar kesehatan bagi seluruh warga sekolah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, Komite SMP Negeri 1 Baturraden diharapkan mampu menjalankan fungsi kemitraannya secara aktif. Sinergi yang terbangun antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus membawa SMP Negeri 1 Baturraden semakin maju. (Shlh).
