
Surakarta | Jawapost.Net
Reporter : Shlh.
JAWAPOST.NET – Upaya mencetak atlet berprestasi melalui pembinaan jangka panjang terus dilakukan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas. Terbaru, seorang atlet muda potensial, Khaerul Nur Ikhlas atau akrab disapa Aerul, resmi mengikuti Program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) NPCI Provinsi Jawa Tengah 2026 di Surakarta.
Aerul yang tercatat sebagai siswa SMP Negeri 1 Jatilawang diproyeksikan menjalani pembinaan sebagai atlet para balap sepeda. Ia ditempatkan di Wisma Atlet PJPAP yang berada di Asrama Yayasan Insan Sembada (YIS), Jalan Tanjung Nomor 96, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Aerul diantar langsung oleh Wakil Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Slamet Yulianto, seusai mengikuti ajang Peparpeda Jateng 2026 pada Sabtu (22/8/2026) malam. Setibanya di asrama, ia diterima pelatih para balap sepeda, Diwan, bersama para atlet yang lebih dahulu mengikuti program pembinaan tersebut.
Slamet Yulianto yang akrab disapa Mame mengatakan, keberadaan Aerul di PJPAP diharapkan menjadi momentum penting untuk mengembangkan kemampuan atlet muda tersebut secara berkelanjutan.
“Kami menitipkan Aerul untuk mengikuti pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap dia mampu berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Mame.
Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan Aerul secara maksimal. Selain meningkatkan kemampuan teknis dan fisik, pengalaman mengikuti pembinaan di tingkat provinsi diharapkan mampu membentuk mental kompetitif serta membuka jalan bagi Aerul untuk meraih prestasi.
Mame juga berharap Aerul nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Banyumas sekaligus Jawa Tengah melalui prestasi di cabang olahraga para balap sepeda.
Sambutan positif datang dari pelatih para balap sepeda, Diwan. Ia menilai cabang olahraga tersebut memiliki peluang besar untuk melahirkan atlet berprestasi, terlebih Aerul masih berada pada usia pembinaan dan memiliki postur yang dinilai mendukung untuk dikembangkan.
Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Banyumas Suwondo menyebut Aerul melanjutkan jejak sejumlah atlet Banyumas yang sebelumnya lebih dulu mengikuti program PJPAP di Surakarta.
Di antaranya Najib Abdul Rohman dan Yusuf Maulana dari cabang para atletik serta Naufal Al Farizi dari para bulu tangkis. Namun, Najib dan Naufal kini telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK sehingga harus mengakhiri masa pembinaan di PJPAP.
“PJPAP merupakan program pembinaan atlet jangka panjang yang memberikan kesempatan bagi atlet potensial untuk berkembang, baik dari sisi prestasi maupun pendidikan. Terbukti Najib dan Naufal berhasil berprestasi di ajang Peparpenas,” kata Suwondo.
Program PJPAP sendiri tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. Pembinaan juga dirancang untuk memastikan atlet tetap mendapatkan dukungan pendidikan selama menjalani proses pengembangan prestasi.
Para atlet yang mengikuti program tersebut ditempatkan di asrama sehingga dapat menjalani latihan secara terarah sekaligus tetap fokus mengikuti pendidikan. Selain fasilitas pembinaan, atlet juga memperoleh dukungan berupa beasiswa pendidikan hingga menyelesaikan jenjang SMA.
Bagi Banyumas, kehadiran Aerul di PJPAP menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan regenerasi atlet para. Dari ruang latihan dan bangku sekolah, talenta muda itu diharapkan tumbuh menjadi atlet yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi. (**).
