
Banyumas | Jawapost.Net
Reporter : Saelan.
Ribuan warga dan prajurit TNI berjalan bersama dalam suasana penuh keakraban di Makorem 071/Wijayakusuma, Jl. Jenderal Gatot Subroto Sokaraja, Banyumas Jawa Tengah. Minggu (6/9/2026). Sekitar 5.000 masyarakat memadati kegiatan jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-65 Korem 071/Wijayakusuma.
Lebih dari sekadar olahraga dan hiburan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperlihatkan eratnya hubungan TNI dengan masyarakat. Di tengah ribuan warga yang datang dari berbagai kalangan, semangat kebersamaan terasa kuat melalui olahraga, bakti sosial, pelayanan kesehatan, donor darah hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
Antusiasme masyarakat bahkan melampaui perkiraan panitia. Jumlah peserta yang membludak membuat panitia harus menyiapkan tiket tambahan. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan cepat berkat kesiapsiagaan personel TNI yang terlibat dalam kepanitiaan dan pengamanan.
Jalan sehat dilepas langsung oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han), didampingi Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H,.SI.K,.M.H,. serta sejumlah mitra dan tokoh masyarakat, dengan Start dan Finis di halaman Makorem 071/Wijayakusuma.

Dukungan terhadap kegiatan juga datang dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Buntoro dari Rita Supermall Purwokerto turut hadir sebagai salah satu sponsor dalam kegiatan tersebut.
Sejak pagi, kawasan Makorem dipenuhi masyarakat. Ada yang datang bersama keluarga, kelompok komunitas maupun warga dari berbagai wilayah. Mereka mengikuti jalan sehat sekaligus menikmati berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Kemeriahan semakin terasa ketika panitia mulai mengundi beragam hadiah. Sejumlah perangkat elektronik, perlengkapan rumah tangga hingga hadiah utama berupa sepeda motor disiapkan untuk peserta.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, Korem 071/Wijayakusuma membawa pesan yang lebih besar: memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Salah satu wujud kepedulian itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan kepada 47 anak penyandang disabilitas yang berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Banyumas.
Para penerima bantuan hadir dengan pendampingan Babinsa dari masing-masing wilayah tugas. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat tersebut menjadi gambaran bagaimana prajurit tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan sosial juga diwujudkan melalui donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Banyumas. Layanan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang memanfaatkan momentum kegiatan untuk memeriksakan kesehatan sekaligus ikut menyumbangkan darah.

Kemeriahan HUT Korem juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Puluhan UMKM lokal diberi ruang untuk membuka stan dan menawarkan produk mereka kepada ribuan pengunjung.
Beragam makanan dan minuman tersedia, mulai dari bakso, mie ayam hingga aneka minuman. Ramainya pengunjung membuat sejumlah pedagang mengaku mendapatkan peningkatan penjualan.
Salah seorang pelaku UMKM yang membuka stan minuman mengungkapkan rasa syukurnya karena seluruh dagangan yang dibawa ludes terjual.
“Alhamdulillah, hari ini saya sangat berterima kasih. Dagangan laris manis sampai habis. Semoga menjadi berkah,” ujarnya.
Kehadiran UMKM tersebut menunjukkan bahwa kegiatan HUT Korem tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf. Sidik Wiyono menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa hubungan TNI dan rakyat di wilayah Banyumas semakin erat.
Menurutnya, kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak cukup hanya diucapkan sebagai slogan. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui kehadiran prajurit yang mampu memberikan manfaat dan membantu masyarakat.
“Kekuatan TNI tidak berdiri sendiri. Ada kekuatan rakyat di belakangnya. Karena itu, semakin erat hubungan TNI dengan masyarakat, semakin kuat pula ketahanan wilayah yang kita bangun bersama. Bersama rakyat kita kuat,” tegas Sidik.
Ia mengatakan kegiatan jalan sehat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi sosial sekaligus membangun kebersamaan antara prajurit dengan masyarakat.
“Hari jadi ini bukan hanya tentang bertambahnya usia satuan, tetapi juga tentang bagaimana kami mengevaluasi pengabdian dan memperkuat komitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI adalah bagian dari mereka dan selalu siap berjalan bersama rakyat,” ujarnya.

Bagi Sidik, hubungan antara TNI dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun ketahanan wilayah. Karena itu, sinergi tidak hanya membutuhkan peran aparat, tetapi juga pemerintah daerah, dunia usaha, media dan seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan pertahanan, tetapi juga melalui kepedulian, gotong royong, komunikasi dan kebersamaan. Ketika seluruh elemen bersatu, menghadapi persoalan apa pun akan menjadi lebih kuat,” katanya.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari keterlibatan insan media dan kreator. Korem 071/Wijayakusuma memberikan apresiasi melalui lomba konten kreator terbaik yang mengangkat rangkaian kegiatan HUT ke-65 serta lomba penulisan berita terbaik bagi para jurnalis yang selama ini menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Korem.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dapat dibangun melalui banyak cara. Tidak selalu dalam kegiatan yang bersifat formal, tetapi juga melalui olahraga bersama, kepedulian sosial, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga komunikasi yang terbuka.
Danrem pun menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Banyumas serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Banyumas dan seluruh pihak yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan ini. Antusiasme masyarakat hari ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pengabdian. Korem 071/Wijayakusuma akan terus berupaya hadir, membantu, dan bersinergi bersama masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Jadi ke-65 Korem 071/Wijayakusuma akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia satuan. Di tengah ribuan warga yang berjalan bersama, terdapat pesan tentang pentingnya menjaga kedekatan antara prajurit dan masyarakat.
Korem 071/Wijayakusuma ingin menunjukkan bahwa kekuatan TNI tidak hanya berada pada kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga pada dukungan dan kepercayaan masyarakat.
Melalui tema “Bersama Rakyat Kita Kuat”, peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa ketahanan wilayah membutuhkan kebersamaan seluruh elemen.
Ketika TNI hadir bersama rakyat, ketika kepedulian diterjemahkan menjadi tindakan, dan ketika masyarakat ikut mengambil bagian, maka kemanunggalan bukan lagi sekadar slogan. Ia tumbuh menjadi kekuatan nyata yang menjaga persatuan, kepedulian, dan ketahanan wilayah.
Bersama rakyat, TNI kuat. Bersama TNI, rakyat merasa hadir dan diperhatikan.
(**).
