Cilacap | Jawapost.Net

Suasana kebahagiaan menyelimuti Desa Karang Sembung, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Minggu (20/9/2026). Pernikahan Sari dan Agus berlangsung meriah, bukan hanya menjadi momentum keluarga, tetapi juga menghadirkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan.

Sari, warga RT 01/RW 02 Dusun Karang Sembung, dikenal sebagai sosok yang selama puluhan tahun bekerja di luar negeri. Di tengah kesibukannya mencari penghidupan di perantauan, ia tetap dikenal memiliki kepedulian terhadap keluarga, tetangga, serta lingkungan di kampung halamannya.

Momentum pernikahan tersebut kemudian dimanfaatkan Sari dan keluarga sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Pagelaran wayang kulit digelar sebagai hiburan bagi warga yang datang memberikan doa dan ucapan selamat kepada pasangan pengantin.

Pertunjukan menghadirkan dalang Eko, yang dikenal masyarakat dengan gaya penampilannya yang khas. Suasana semakin semarak dengan keterlibatan sekitar 20 sinden yang mengiringi pagelaran hingga malam.

Kerabat, saudara, tetangga, dan warga Desa Karang Sembung tampak hadir menikmati rangkaian acara. Di tengah kemeriahan tersebut, doa terbaik mengalir untuk Sari dan Agus agar kehidupan rumah tangga mereka senantiasa harmonis, langgeng, dan penuh keberkahan.

“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan kehidupan yang bahagia dan nantinya dikaruniai anak-anak yang saleh dan salehah,” demikian doa yang disampaikan keluarga dan para tamu.

Menariknya, pagelaran wayang kulit tersebut mampu menyatukan berbagai generasi. Tidak hanya warga lanjut usia, sejumlah anak muda juga terlihat menikmati pertunjukan seni tradisional yang berlangsung semalam suntuk.

Kemeriahan semakin terasa ketika Sari turut berbagi rezeki kepada para seniman, dalang, sinden, dan masyarakat yang hadir. Tradisi nyawer tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas kebahagiaan yang tengah dirasakan bersama keluarga.

Baca Juga:  Aksi Jumat Berkah, Jurnalis di Pemalang Bagikan Nasi Bungkus untuk Buruh dan Kaum Rentan

Nilai pemberian yang disebut mencapai ratusan juta rupiah turut menjadi perhatian warga. Di lingkungan masyarakat, Sari bahkan dikenal dengan julukan “Sultan Nusawungu”. Sebutan tersebut tidak semata dikaitkan dengan keberhasilannya bekerja di luar negeri, tetapi juga dengan kebiasaannya berbagi dan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di kampung halaman.

Pengalaman bekerja di Taiwan menjadi bagian dari perjalanan hidup Sari. Namun, keberhasilan yang diperolehnya tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi. Kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitar menjadi salah satu cara yang dipilihnya untuk berbagi kebahagiaan.

Pernikahan Sari dan Agus akhirnya tidak hanya menjadi peristiwa keluarga, tetapi juga berubah menjadi ruang kebersamaan bagi warga Karang Sembung. Seni tradisional wayang kulit menjadi pengikat suasana, sementara kehadiran masyarakat memperkuat tali silaturahmi yang telah terjalin.

Bagi Sari dan Agus, hari bahagia tersebut menjadi awal perjalanan baru dalam kehidupan berumah tangga. Keduanya berharap selalu diberikan kesehatan, keharmonisan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan bersama.

Reporter : (Shlh)
Editor : (Gocap).