
BANYUMAS | Jawapost.Net — Kekeringan panjang yang membuat sejumlah sumber air warga mengering mendapat perhatian dari TP PKK Kabupaten Banyumas bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas. Sebanyak 10.000 liter air bersih atau dua tangki disalurkan kepada warga Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kamis (1/10/2026).
Penyaluran tersebut dikemas melalui kegiatan “Sedekah Air Bersih” yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Ny. Eni Sadewo, bersama Ketua Baznas Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah, S.H., serta jajaran pengurus PKK.
Sejak pagi, warga Srowot telah berdatangan membawa ember, jerigen hingga tong air. Mereka mengantre untuk mendapatkan pasokan air yang di tengah kondisi kekeringan menjadi kebutuhan mendesak bagi keluarga.
Suasana penyaluran berlangsung hangat. Secara simbolis, Eni Sadewo bersama Ketua Baznas turut memegang selang dan membantu mengisi wadah air milik warga. Sebelumnya, rombongan disambut kader PKK dan masyarakat Desa Srowot di gapura desa yang dihiasi umbul-umbul.

Pertemuan tersebut berlangsung penuh keakraban. Eni Sadewo bahkan sempat berpelukan dengan sejumlah warga yang menyambut kedatangannya.
“Ini bentuk kepedulian kami dari PKK dan Baznas Banyumas. Kami tahu Srowot termasuk desa yang cukup terdampak kekeringan di wilayah Kalibagor. Bantuan 10.000 liter hari ini semoga bisa membantu kebutuhan warga,” ujar Eni Sadewo.
Ia menegaskan, kebutuhan air warga akan terus dipantau. Jika kondisi kekeringan masih berlanjut dan diperlukan tambahan pasokan, pihaknya akan melihat kebutuhan di lapangan untuk ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah mengatakan, bantuan air bersih tersebut bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) masyarakat Banyumas yang dikelola Baznas.

“Alhamdulillah, amanah masyarakat bisa kita salurkan kembali dalam bentuk bantuan air bersih. Terima kasih kepada para muzakki dan munfik yang telah mempercayakan ZIS melalui Baznas,” katanya.
Bagi warga Srowot, bantuan tersebut bukan sekadar pasokan air, tetapi juga menjadi penopang kebutuhan sehari-hari di tengah sumber air yang semakin terbatas. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan sekaligus berharap adanya solusi yang lebih berkelanjutan.
Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan pembangunan sumur dalam maupun jaringan pipanisasi, sehingga kebutuhan air bersih warga tidak hanya bergantung pada bantuan saat musim kemarau.
(Reporter:Shlh).
