
Cilacap, Jawapost.net // 12 November 2025 — Ratusan hektare sawah di Kecamatan Majenang dan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, terendam banjir dan terancam gagal panen. Banjir yang terjadi pada Selasa (11/11/2025) itu melanda Desa Mulyasari, Mulyadadi, dan Padangsari, menimbulkan kerugian besar bagi para petani.
Luapan air dari sejumlah sungai menyebabkan sawah yang tengah memasuki masa panen terendam total. Tanaman padi yang seharusnya siap dipanen kini berisiko membusuk akibat genangan air yang tak kunjung surut. Musim panen yang diharapkan membawa berkah berubah menjadi ancaman kerugian.
Para petani mendesak pemerintah mengambil langkah cepat memperbaiki tanggul di lima sungai utama yang kerap meluap, yakni Sungai Kawung (Cikawung), Sungai Cilumuh, Sungai Cilopadang, Sungai Cijalu, dan Sungai Cilanggir. Mereka juga berharap ada bantuan pangan, terutama beras, sebagai kompensasi atas potensi gagal panen.
Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi, menegaskan perlunya tindakan tegas dari instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Sumber Daya Air (PSDA), dan Dinas Pertanian.

“Kami berharap ada penanganan serius. Ini bukan kejadian baru, tapi masalah tahunan yang selalu berulang,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Cimanggu, Majenang, dan Wanareja merupakan daerah pertemuan beberapa sungai, sehingga rawan banjir jika tanggul tidak diperkuat.
Ia meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar kerugian petani tidak terus berulang setiap musim hujan.
Pemerintah daerah dan pusat diharapkan segera berkoordinasi untuk mengalokasikan anggaran serta menurunkan alat berat dalam upaya penanganan darurat maupun perbaikan permanen infrastruktur sungai.
(Shlh).
