
Banyumas ( Jawapost.net ) — Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Tasyakuran Swasembada Pangan di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Rabu (7/1/2026), sebagai bentuk rasa syukur atas capaian dan peningkatan produksi sektor pertanian, khususnya komoditas pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Komandan Kodim 0701/Banyumas, jajaran Polresta Banyumas, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Arif Sukmo Buwono mengatakan, tasyakuran ini merupakan ungkapan syukur bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga pelaksana di lapangan, yakni penyuluh pertanian dan petani.
Menurut Arif, produksi padi di Banyumas menunjukkan tren peningkatan. Pada 2024, produksi padi tercatat sekitar 375.000 ton dan meningkat menjadi sekitar 380.000 ton hingga akhir 2025.
Peningkatan tersebut, kata dia, merupakan hasil sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong swasembada pangan secara berjenjang.
Upaya menuju swasembada pangan itu juga sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Banyumas yang tertuang dalam Trilas Bupati dan Wakil Bupati, terutama penguatan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah.

Selain peningkatan produksi, Dinas Pertanian Banyumas mendorong regenerasi petani melalui pengembangan petani muda dan pelaku usaha pertanian.
Kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta kelompok wanita tani dinilai menjadi penggerak utama produksi yang didukung peran penyuluh pertanian.
Arif optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, sektor pertanian Banyumas akan terus berkembang dan mampu mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
Pada akhir acara, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti memotong tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan petani.
Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
(Shlh).
