BANYUMAS,Jawa.Post.Net – Polresta Banyumas bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Candi 2025 di halaman Mapolresta Banyumas, Jumat (19/12/2025).

Apel dipimpin Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono sebagai pengecekan akhir kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Operasi Lilin Candi 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Apel turut dihadiri Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo dan Komandan Kodim 0701/Banyumas Mayor Inf Asiz Lalo.

Dalam amanatnya, Sadewo menyampaikan hasil survei Kementerian Perhubungan RI yang memprediksi pergerakan masyarakat saat Natal dan Tahun Baru 2026 mencapai 119,5 juta orang atau 42,01 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, momentum Nataru berimplikasi pada tingginya mobilitas masyarakat sehingga membutuhkan pengamanan yang optimal. Polresta Banyumas bersama instansi terkait telah memetakan potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, termasuk wilayah rawan kecelakaan dan bencana alam.

Pengamanan juga difokuskan pada jalur rawan kepadatan dan kawasan wisata. Sejumlah langkah disiapkan seperti pengaturan arus lalu lintas, penyediaan kantong parkir, serta penataan pedagang untuk mencegah kemacetan.

Pada sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, pengamanan ibadah Natal dipastikan berjalan maksimal. Setiap gereja telah disterilisasi dan pengamanan melibatkan unsur ormas keagamaan sebagai bentuk penguatan toleransi.

Sementara itu, pengamanan malam pergantian tahun difokuskan pada lokasi keramaian dengan pengaturan lalu lintas secara humanis serta pengawasan ketat terhadap peredaran petasan dan bahan peledak komersial.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo mengatakan, sebanyak 512 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Lilin Candi 2025. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Layanan Keimigrasian di MPP Banyumas Diperpanjang hingga 2030, Segera Dibangun Unit Kerja Keimigrasian

Ratusan personel disebar di dua pos pengamanan, delapan pos pengamanan gereja prioritas, dua pos pelayanan di terminal dan stasiun, serta satu pos terpadu di Alun-alun Purwokerto. Total terdapat 129 objek pengamanan selama operasi berlangsung.

Kapolresta menegaskan fokus utama pengamanan adalah gereja, objek wisata, dan titik-titik keramaian. Koordinasi lintas sektoral juga diperkuat untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama musim hujan. (Shlh).