
BANYUMAS, Jawapost.net – Forum Banyumas Eling (FBE), yang beranggotakan para ketua dan pengurus organisasi serta lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Banyumas, menggelar rapat koordinasi untuk menghimpun masukan terkait sejumlah persoalan daerah.
Pertemuan berlangsung di Rumah Makan Madang Maning, Jalan Bung Karno No: 33 Kelurahan Pasir Muncang, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas Rabu (26/11/2025) sore.
Ketua FBE Banyumas, Yudo F Sudiro,SH,MH, atau Bung Iteng, meminta seluruh peserta forum menyampaikan pandangan mengenai isu-isu yang akan dibawa dalam audiensi bersama Bupati Banyumas dan DPRD.
Dalam rapat tersebut, isu penjualan minuman keras dan maraknya galian C ilegal menjadi sorotan utama. Aktivitas galian C disebut turut memicu longsor serta banjir di berbagai wilayah.

Sejumlah organisasi juga mengusulkan penataan ulang perparkiran di kawasan perkotaan Purwokerto, penanganan praktik prostitusi, serta perlunya kemudahan akses layanan kesehatan gratis bagi warga miskin.
Masukan lain yang dianggap mendesak yakni pembentukan tim independen untuk mengawasi pelaksanaan program MBG, menyusul adanya laporan warga yang keracunan usai mengonsumsi produk MBG.
Ketua GNPK-RI, Daerah Banyumas, Edo Damaraji ST, menyampaikan tiga persoalan yang menurutnya perlu mendapat penanganan prioritas: penjualan minuman keras, keluhan masyarakat terkait program MBG, serta maraknya galian C ilegal yang merugikan negara dan memicu bencana alam.
Ia menilai pemerintah daerah harus lebih serius menindak peredaran miras. Selain itu, program MBG yang bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dinilainya belum optimal.

Anggaran besar dari pusat belum memberikan manfaat signifikan bagi pelaku UMKM lokal, sebab kebutuhan konsumsi program tersebut justru dipenuhi dari luar daerah.
Akibatnya, warung dan usaha kecil di sekitar lokasi MBG tidak merasakan dampak ekonomi yang dijanjikan.
Edo mendorong pemerintah daerah memastikan pelaku UMKM setempat benar-benar menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut agar manfaatnya dirasakan warga Banyumas.
Reporter : (Shlh).
