Semarang, Jawapost.net – Di tengah padatnya tugas kepolisian, sosok Wadir Tahti Polda Jawa Tengah, Kompol Dr. Hj. Maria Widowati, S.H., M.H., tampil sebagai figur yang memberi inspirasi. Polwan mualaf ini tidak hanya mengemban amanah sebagai aparat negara, tetapi juga aktif menjadi penceramah agama, dosen, hingga petugas pendamping jemaah haji.

Dalam wawancara di Mapolda Jateng, Kamis siang (11/12/2025), perempuan kelahiran Semarang, 11 September 1969 itu menceritakan perjalanan hidup serta kontribusi lintas bidang yang ia jalani.

Selama 35 tahun berdinas, sekitar 15 tahun ia menghabiskan waktu di bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), yang menurutnya menjadi fondasi kedisiplinan serta integritas dalam bertugas.

Perjalanan spiritualnya sebagai mualaf dimulai pada 2004. Dengan ketekunan, ia mendalami ajaran Islam hingga mampu menunaikan ibadah umrah pada 2019 dan ibadah haji pada 2023.

Sejak 2023, ia dipercaya menjadi pembimbing ibadah haji untuk Jawa Tengah, dan pada 2025 menjalankan tugas sebagai petugas linjam PPIH, kolaborasi antara Kementerian Agama dan Polda Jateng.

 

 

Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga membantu jemaah tersesat serta mendampingi lansia agar ibadah mereka berjalan lancar.

Maria menyebut kesempatan itu sebagai kehormatan besar. Ia mengaku terharu karena tidak semua orang, terlebih dirinya sebagai mualaf, mendapat amanah melayani tamu Allah di Tanah Suci.

Di sela tugas kepolisian, Maria aktif memenuhi undangan ceramah di berbagai majelis taklim dan pondok pesantren. Materi yang ia sampaikan mencakup keamanan jemaah haji, pencegahan kenakalan remaja, hingga perjalanan spiritualnya.

Sebagai Wadir Tahti, ia juga memberikan pembinaan rohani kepada para tahanan wanita untuk membantu mereka memperbaiki diri.

Dedikasinya tidak berhenti di ranah keagamaan. Setelah meraih gelar doktor dari Untag, ia bergabung sebagai Dosen Penguji S2 Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sejak November 2025.

Baca Juga:  Kapolsek Prembun bersama Forkopimcam Beri Apresiasi untuk Siswa Berprestasi

Ia menegaskan bahwa semangat belajar harus terus dijaga tanpa memandang usia.

 

 

Maria mengatakan seluruh aktivitas itu dapat ia jalani berkat disiplin mengatur waktu. Mengajar biasanya ia lakukan pada hari Sabtu, ceramah pada malam hari atau akhir pekan, sementara tugas pendampingan haji dilaksanakan sesuai penugasan pada musim haji.

Atas kiprahnya, Maria menerima penghargaan The Best Indonesia Leader Award 2025 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB) pada 24 Oktober 2025.

Ia mendapat penghargaan bersama sejumlah tokoh publik dan pemimpin daerah yang dinilai memberi kontribusi besar bagi masyarakat.

Dalam penutup wawancara, ia berharap kehadiran polisi dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, Polri harus terus menunjukkan kontribusi positif dan memberi keteladanan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto turut mengapresiasi kiprah Maria. Ia menyebut Maria sebagai contoh anggota Polri yang menghadirkan pelayanan dengan hati dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara tugas negara dan pengabdian sosial yang ditunjukkan Maria sejalan dengan semangat Polri Presisi. (Shlh).