Kebumen ( Jawapost.net) — Sebuah perahu nelayan bernama Mutiara mengalami kecelakaan laut di kawasan pemecah ombak Pantai Logending, Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jumat (9/1/2025) pagi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat perahu hendak kembali ke daratan usai melaut.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan, kecelakaan bermula ketika perahu memasuki muara Sungai Bodo.

Perahu diketahui mengalami kandas sehingga posisinya melintang di alur muara. Dalam kondisi tersebut, gelombang besar datang dan mengakibatkan perahu terbalik.
Seluruh anak buah kapal yang berjumlah empat orang berhasil menyelamatkan diri.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Keempat nelayan itu masing-masing Sudarto (42) warga Cilacap Tengah, Agus (40) warga Cilacap Selatan, Tursino (46) warga Kecamatan Puring, Kebumen, serta Kacung (45) warga Kampung Laut, Cilacap.

Dua nelayan setempat, Sugiarto (28) dan Roni Hendarto (29), yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan itu, Satpolairud Polres Kebumen bersama Pos TNI AL Logending, SAR Lawet Perkasa Kebumen, serta SAR TPI Mertangga Jetis Cilacap langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi perahu.

Akibat kecelakaan tersebut, perahu nelayan mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 20 juta akibat kerusakan pada badan perahu.

Kompol Faris mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan muara, terutama ketika kondisi gelombang dan arus sedang tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan saat melaut.
Keselamatan harus menjadi prioritas utama, khususnya di wilayah perairan yang rawan perubahan arus dan ombak.

Nelayan diminta selalu mengenakan pelampung sebagai langkah antisipasi guna mengurangi risiko kecelakaan laut. (Shlh). 

Baca Juga:  Polda Jateng Terapkan Paradigma Hospitality dan Safety dalam Operasi Lilin Candi 2025