
Banyumas | Jawapost.Net
Sebanyak 256 penggalang baru SMP Negeri 1 Baturraden, Kabupaten Banyumas, mengikuti Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 14-15 Agustus 2026. Bukan sekadar bermalam di alam terbuka, kegiatan tersebut menjadi momentum penerimaan tamu penggalang sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka.
Perjusa digelar di lapangan SMP Negeri 1 Baturraden dan dibuka langsung Kepala SMP Negeri 1 Baturraden sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), Tri Agus Haryatno.
Agus mengatakan, kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman awal kepada para anggota penggalang baru sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan kekompakan.
Beragam aktivitas disiapkan untuk menguji kemampuan peserta, mulai dari pos penciuman, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tali-temali, pionering hingga yel-yel. Setiap kegiatan dikemas dalam suasana kebersamaan dan kerja kelompok.
“Kegiatan tidak sekadar menjadi ajang berkumpul dan berkemah. Melalui berbagai tantangan dan aktivitas kelompok, para penggalang baru ditempa untuk mampu bekerja sama, berkomunikasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri,” kata Agus.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama perkemahan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk memahami nilai-nilai dasar kepramukaan. Mereka tidak hanya belajar melalui materi, tetapi juga melalui pengalaman langsung ketika menghadapi tantangan bersama teman satu regu.
Kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi nilai yang ingin ditanamkan selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para peserta,” ujarnya.
Mengusung semangat Hari Pramuka, 256 penggalang baru tersebut diharapkan mampu tumbuh sebagai generasi yang tangguh, disiplin, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma juga diharapkan tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.
Agus menilai Perjusa menjadi pintu masuk bagi para siswa untuk memulai perjalanan mereka dalam dunia kepramukaan.
“Perjusa semoga menjadi langkah awal bagi para penggalang baru SMP Negeri 1 Baturraden untuk memasuki perjalanan panjang dalam dunia kepramukaan. Dari lapangan sekolah, mereka belajar bahwa Pramuka bukan sekadar seragam dan kegiatan perkemahan, tetapi juga tentang membangun karakter dan kebersamaan,” pungkasnya.
By : (Shlh).
