SRAGEN, Jawapost.net – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur nasional Sragen–Ngawi, tepatnya di depan SPBU Bener, Dukuh Pedakan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.

Sebuah Honda Mobilio kehilangan kendali, menabrak pembatas taman SPBU hingga terguling dan menghantam sepeda motor yang tengah mengisi bahan bakar.

Peristiwa itu melibatkan Honda Mobilio bernomor polisi AE-1435-JT dan sepeda motor Honda Beat AD-4557-AWE. Insiden terjadi di area dispenser 1 saat aktivitas pengisian BBM berlangsung.

Kasat Lantas AKP Kukuh Satria Leksono mengatakan mobil melaju dari arah barat ke timur. Saat mendekati lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kiri.

“Kendaraan menabrak pembatas taman SPBU lalu terguling. Dalam posisi terguling, mobil membentur sepeda motor yang sedang mengisi BBM serta operator SPBU di sekitar dispenser,” ujarnya.

Benturan keras tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka. Lima korban dirawat di dan satu korban lainnya menjalani perawatan di .

Pengemudi Mobilio, RK (20), warga Gondangrejo, Karanganyar, mengalami luka lecet pada bahu dan lutut kanan. Penumpang DA (29), warga Karangrejo, Karanganyar, mengalami pusing, luka lecet di dahi kanan, patah tangan kanan, serta luka lecet di lengan kiri. Penumpang AP (40) mengeluhkan nyeri leher dan perut. Sementara KD (29) dan OPR (24) dilaporkan dalam kondisi sadar tanpa luka serius.

Dari pihak sepeda motor, Septian Wisnu Effendi (33), warga Sidoharjo, Sragen, mengalami luka lecet pada bibir bawah dan luka robek di dagu. Operator SPBU, Sri Rukmini (39), warga Ngemplak Gondang, Sragen, mengalami hematoma di bagian kepala kiri.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Baca Juga:  Kapolres Purbalingga Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Sampaikan Pesan Menteri Sosial tentang Semangat Perjuangan

Petugas Satlantas Polres Sragen yang menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat selama proses evakuasi.

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kecepatan dan kondisi pengemudi saat kejadian. Jalur nasional tersebut kembali normal setelah kendaraan dievakuasi.

(Shlh).