
JAWAPOST.NET | Kebumen ~ Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Semarang bersama perwakilan BEM di Kebumen melakukan silaturahmi dengan Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Rabu, 15 April 2026.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kapolres, banyak membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peredaran narkotika hingga penguatan sinergi mahasiswa dengan kepolisian.
AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Wakapolres Kompol Faris Budiman serta sejumlah pejabat utama Polres. Dari unsur mahasiswa, hadir Koordinator Wilayah BEM PTNU Saaik Hisyam As’hari, serta para ketua BEM dari sejumlah kampus di Kebumen.
Dalam pertemuan itu, Saaik Hisyam As’hari menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi sebelumnya dengan Kapolri di Semarang.
Salah satu poin yang dibahas adalah pembagian wilayah gerakan mahasiswa ke dalam lima regional di Jawa Tengah, yakni Kedu, Semarang Raya, Banyumas, Pekalongan Timur, dan Solo Raya.
Ia juga menyinggung rencana konsolidasi mahasiswa yang akan mencapai puncaknya dalam waktu mendatang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh agenda akan tetap dijalankan dengan menjaga situasi yang kondusif.
“Kami berharap komunikasi dengan Kepolisian dapat terus terjalin, sehingga setiap persoalan dapat didiskusikan bersama,” ujarnya.

Selain isu konsolidasi, mahasiswa juga menyoroti persoalan daerah seperti peredaran narkotika dan kekerasan seksual.
BEM PTNU mendorong pembentukan satuan tugas di setiap kampus untuk melakukan edukasi dan sosialisasi, sekaligus menjalin kerja sama dengan Polres Kebumen.
Menanggapi hal itu, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengapresiasi peran aktif mahasiswa. Ia meminta mahasiswa turut membantu kepolisian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, Polres Kebumen bersama pemerintah daerah juga telah bersepakat membentuk satuan tugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, termasuk di lingkungan pesantren.
“Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran. Namun yang lebih penting adalah upaya pencegahan melalui kolaborasi,” kata AKBP Putu.
Kapolres juga membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan. Ia mengingatkan agar setiap kegiatan mahasiswa tetap memperhatikan situasi dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kebumen tetap kondusif. (Shlh).
