Banyumas | Jawapost.net

Langkah besar menuju penguatan ekonomi daerah kembali ditorehkan Kabupaten Banyumas. Bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meresmikan Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) Mandiri di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (25/6/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Banyumas dan wilayah Jawa Tengah bagian barat-selatan. Kehadiran IPSKA Mandiri menjawab kebutuhan para eksportir yang selama ini harus menghadapi proses administrasi yang lebih panjang untuk mengurus Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO), dokumen vital dalam perdagangan internasional.

Mulai sekarang, pelaku usaha tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen ekspor. Seluruh layanan dapat dilakukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas yang berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 102, Purwokerto Timur.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa berdirinya IPSKA Mandiri merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong reformasi birokrasi serta menciptakan iklim usaha yang lebih ramah bagi investor dan pelaku ekspor.

Menurutnya, manfaat layanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pengusaha Banyumas, tetapi juga akan menjadi pusat pelayanan strategis bagi daerah-daerah sekitar seperti Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Kebumen.

“IPSKA Mandiri Banyumas kami proyeksikan menjadi hub pelayanan ekspor bagi wilayah barat dan selatan Jawa Tengah. Kehadirannya akan memangkas waktu, biaya, dan proses administrasi yang selama ini menjadi kendala para pelaku usaha,” ujar Sadewo.

Ia menambahkan, sektor unggulan ekspor Banyumas seperti gula kelapa organik, minyak atsiri, kayu olahan, serta berbagai komoditas potensial lainnya kini memiliki akses pelayanan yang lebih dekat dan efisien.

Baca Juga:  Imigrasi Cilacap Gandeng Kemenhaj Banjarnegara, Layanan “Haji On The Spot” Permudah Pengurusan Paspor

Sadewo juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar keberadaan IPSKA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Saya meminta seluruh jajaran yang terlibat untuk menjaga integritas, memberikan pelayanan prima, transparan, dan akuntabel. Optimalkan digitalisasi sehingga tidak ada lagi dokumen ekspor yang tertunda hanya karena persoalan birokrasi,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa Surat Keterangan Asal merupakan dokumen yang memiliki peran strategis dalam perdagangan global. Dokumen tersebut menjadi bukti asal produk ekspor Indonesia yang digunakan negara tujuan untuk memberikan fasilitas tarif preferensi sesuai berbagai perjanjian dagang internasional.

Menurutnya, keberadaan SKA secara langsung berdampak terhadap daya saing produk Indonesia di pasar dunia.

“Ketika produk ekspor Indonesia memperoleh tarif masuk nol persen atau tarif preferensi yang lebih rendah, maka harga produk kita menjadi lebih kompetitif. Ini memberikan peluang yang jauh lebih besar untuk memenangkan persaingan di pasar internasional,” jelas Budi Santoso.

Menteri Perdagangan juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus memperluas akses layanan penerbitan SKA hingga ke daerah-daerah guna mendukung peningkatan volume ekspor nasional.

Peresmian IPSKA Banyumas sendiri menjadi bagian dari peresmian serentak tujuh IPSKA baru di Indonesia. Kabupaten Banyumas dipercaya sebagai pusat pelaksanaan kegiatan yang diikuti secara daring oleh Kabupaten Natuna, Kabupaten Garut, Kota Semarang, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Morowali, dan Provinsi Papua Barat Daya.

Dengan beroperasinya IPSKA Mandiri, Banyumas kini menempatkan diri sebagai salah satu daerah yang siap bersaing dalam ekosistem perdagangan global. Kehadiran layanan ini bukan sekadar mempermudah administrasi ekspor, tetapi juga membuka jalan lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah untuk menembus pasar internasional, memperkuat perekonomian lokal, serta menciptakan peluang kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca Juga:  Imigrasi Cilacap Terima Kunjungan Atase Kedubes Malaysia, Bahas Pengawasan WNA

Pewarta : Shlh