Semarang | Jawapost.Net

Sebanyak 416 personel pemegang senjata api dinas dari satuan kerja Mapolda Jawa Tengah dan Polres jajaran menjalani pelatihan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kemampuan teknis, kesiapsiagaan, serta pemahaman aturan penggunaan senjata api tetap terjaga.

Pelatihan Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian Tahap 6 Kendali Senjata Api berlangsung pada 10-15 Agustus 2026. Kegiatan dibuka Wakapolda Jateng Brigjen Pol. Latif Usman mewakili Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (10/8).

Memasuki Rabu (12/8), para peserta menjalani ujian menembak yang digelar secara bertahap di sejumlah lapangan tembak kompi Satbrimob Polda Jateng di berbagai wilayah.

Wakapolda Jateng menegaskan, dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat menuntut setiap personel untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan. Penggunaan kekuatan dalam kondisi tertentu, termasuk senjata api, harus dilakukan secara terukur dan sesuai aturan.

“Dalam proses tugas kepolisian di lapangan, pada situasi yang memerlukan tindakan kepolisian secara cepat, tepat dan terukur, termasuk penggunaan kekuatan, harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, standar operasional prosedur dan prinsip hak asasi manusia,” tegas Latif.

Sebelum memasuki tahapan latihan lapangan, peserta menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kesiapan secara menyeluruh. Tahapan tersebut mencakup penelitian personel (Litpers), pengaduan masyarakat dan pengawasan (Dumasanwas), pemeriksaan kesehatan dan narkoba, tes psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, peserta mengikuti latihan menembak yang dilaksanakan secara bergelombang berdasarkan rayon.

Dua tim pelatih dari Satbrimob Polda Jateng diterjunkan untuk menjaga keseragaman materi dan standar kemampuan. Tim pertama yang dipimpin Iptu Slamet menangani rayon Banyumas, Pekalongan, dan Semarang.

Sementara tim kedua di bawah pimpinan AKP Made Suweca bergerak di wilayah Kedu, Solo Raya, dan Pati.

Baca Juga:  Polres Klaten Bongkar Pabrik Uang Palsu, Tangkap Jaringan Lintas Provinsi

Kedua tim tersebut selanjutnya dijadwalkan bergabung pada Sabtu (15/8) di lapangan tembak Kompi Brimob Pasadena, Kota Semarang. Mereka akan memberikan pelatihan kepada personel pemegang senjata api dinas dari berbagai satuan kerja di lingkungan Mapolda Jateng.

Materi latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menembak. Peserta menjalani registrasi, pre-test tertulis, uji kemampuan menembak awal, penyegaran pengetahuan tentang senjata, latihan menembak reaksi dari berbagai posisi, hingga ujian kualifikasi menembak.

Seluruh tahapan kemudian dievaluasi oleh tim pelatih untuk memastikan kemampuan personel tetap terpelihara dan dapat dipertanggungjawabkan.

Latif menekankan bahwa penguasaan senjata api tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman atau kebiasaan. Kemampuan tersebut harus terus diasah sekaligus dibarengi pemahaman mengenai batas kewenangan dan aturan penggunaan kekuatan.

“Senjata api adalah alat yang harus betul-betul kita kuasai. Bukan hanya kepandaian menggunakannya, tetapi kita harus memahami dan taat terhadap asas-asas penggunaannya. Kemampuan ini harus terus dilatih, karena yang terpenting adalah rekan-rekan mampu menguasai lapangan dan menguasai aturan,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, terutama personel yang memiliki kewenangan menggunakan kekuatan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, kompetensi yang terpelihara melalui latihan dan evaluasi akan membuat anggota lebih siap menghadapi berbagai situasi di lapangan. Di saat yang sama, kewenangan penggunaan kekuatan harus selalu dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Kompetensi personel harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Bukan hanya dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap aturan, kesiapan dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan kompetensi yang baik, personel akan semakin siap memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat secara profesional,” ujar Yuliyanto.

Baca Juga:  Polres Kendal Gelar Operasi Lilin Candi 2025, Fokus Amankan Natal dan Tahun Baru

Melalui latihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, Polda Jateng berupaya memastikan setiap personel pemegang senjata api memiliki kemampuan yang terukur sekaligus memahami tanggung jawab besar di balik kewenangan tersebut.

Penguatan kompetensi itu pada akhirnya diharapkan mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, proporsional, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan serta rasa aman kepada masyarakat.

By : (Shlh).