Kebumen | Jawapost.Net

Polres Kebumen mengamankan seorang pelajar yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap pelajar lainnya di Kecamatan Kutowinangun. Kasus tersebut ditangani setelah rekaman video kejadian beredar luas di media sosial dan pesan berantai.

Dalam video yang viral, terlihat seorang pelajar mengenakan seragam pramuka menjadi korban kekerasan. Sementara seorang pelajar lain yang diduga terlibat dalam aksi tersebut tampak tanpa mengenakan baju.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai dugaan perundungan tersebut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kebumen telah meminta keterangan dari korban, pelapor, dan seorang saksi guna mengungkap rangkaian kejadian.

“Polres Kebumen telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi kejadian berada di belakang sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.

Polisi kemudian membawa terduga pelaku ke Mapolres Kebumen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena yang bersangkutan masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur, proses penanganannya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak.

Penyidik juga tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Keterangan dari saksi lain yang diduga mengetahui maupun merekam kejadian juga akan dimintai untuk memperjelas rangkaian peristiwa.

“Pemeriksaan masih berjalan. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan medis dan visum terhadap korban,” ujar Kapolres.

Setelah seluruh keterangan dan alat bukti dikumpulkan, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Baca Juga:  Kunci Masih Menempel, Motor Honda Beat Warga Gandrungmangu Raib Dibawa Rekan Kerja

Di tengah proses penyelidikan, polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas korban, terduga pelaku, maupun rekaman kejadian. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi anak-anak yang terlibat sekaligus mencegah dampak psikologis maupun sosial yang lebih luas.

“Penanganan perkara tetap kami lakukan sesuai prosedur dan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku terhadap anak,” tegas AKBP Putu.

By : (Shlh).