
Purwokerto Barat | Jawapost.Net. Upaya memperkuat ketahanan pangan dimulai dari pengelolaan pertanian yang produktif, tata kelola kelompok yang tertib, dan sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan rutin Kelompok Tani Ngudi Makmur 2, Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Minggu (11/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB itu dihadiri pengurus dan anggota kelompok tani, perwakilan Pemerintah Kelurahan Rejasari, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purwokerto Barat. Agenda tersebut menjadi ruang koordinasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat tata kelola organisasi petani.
PPL Kecamatan Purwokerto Barat, Juni Astuti, S.TP., menyampaikan sejumlah materi strategis, mulai dari penerapan sistem pertanian modern (Advance Agriculture System), pemutakhiran data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) pupuk bersubsidi 2027, optimalisasi lahan (Oplah), hingga penanganan tanah sawah yang memiliki tingkat keasaman tinggi atau dikenal petani sebagai asem-aseman.
Dalam penanganan lahan asam, petani mendapat edukasi mengenai pemanfaatan pupuk organik dan kapur dolomit untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, menyesuaikan tingkat keasaman, serta meningkatkan penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Juni juga menyampaikan informasi mengenai harga Gabah Panen Basah (GPB) yang disebut berada di angka Rp6.500 per kilogram. Petani diimbau melaporkan kepada PPL apabila menemukan pembeli atau tengkulak yang menawarkan harga di bawah acuan tersebut. Laporan selanjutnya dapat diteruskan kepada Bulog agar hasil panen petani dapat ditangani sesuai ketentuan harga pemerintah yang berlaku.
Dukungan terhadap penguatan kelompok tani turut disampaikan Pemerintah Kelurahan Rejasari. Lurah Rejasari yang diwakili Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), Eka Dasa, S.H., mengapresiasi konsistensi para petani dalam menjaga kegiatan kelompok.
Ia menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama antaranggota agar keberadaan Kelompok Tani Ngudi Makmur 2 memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan ekonomi anggotanya.
Sementara itu, Babinsa Kelurahan Rejasari, Sertu Cahyono, tetap menyampaikan arahan meski sedang menjalankan tugas kedinasan. Melalui sambungan telepon kepada Sekretaris Kelompok Tani, Rois M., ia mengajak para petani menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta berperan aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Dari sisi internal organisasi, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur 2, Eko Riyanto, mengingatkan bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman anggota terhadap hak dan kewajiban masing-masing.
Dalam musyawarah tersebut, para peserta menyepakati pentingnya inventarisasi, pemeliharaan, dan pengamanan seluruh aset milik kelompok secara bersama-sama. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat transparansi pengelolaan organisasi sekaligus memastikan aset yang tersedia dimanfaatkan untuk kepentingan anggota.
Eko berharap kelompok tani mampu berkembang menjadi wadah yang tidak hanya mendukung kegiatan bercocok tanam, tetapi juga meningkatkan taraf hidup para anggotanya.
“Harapan kita bersama, petani tidak hanya sekadar bercocok tanam, tetapi benar-benar makmur, sejahtera, dan menjadi pahlawan pangan bagi bangsa,” ujar Eko.
Melalui kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah kelurahan, dan Babinsa, Kelompok Tani Ngudi Makmur 2 diharapkan semakin solid dalam menghadapi tantangan pertanian sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan di wilayah Banyumas.
Reporter : (Shlh)
SAELAN







