Banyumas–Kebumen | Jawapost.Net. —

Pembangunan jalan rabat beton melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 menunjukkan perkembangan berbeda di Kabupaten Banyumas dan Kebumen.


Hingga Senin (19/10/2026), jalan di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Banyumas, telah rampung 100 persen. Sementara itu, pengerjaan di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, mencapai 64 persen, sedangkan Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kebumen, mencatat progres 58 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur yang diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026, dengan sasaran pembangunan fisik dan berbagai kegiatan sosial.

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat secara resmi dibuka Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2026). Pembukaan tersebut dilaksanakan bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han.

Di wilayah Kodim 0701/Banyumas, pembangunan jalan rabat beton di Desa Sawangan memiliki sasaran sepanjang 815 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Hingga hari ke-13 pelaksanaan, pengecoran telah mencapai 521 meter atau 64 persen. Pada hari pelaporan, pekerjaan bertambah sepanjang 48 meter.

Selain pengecoran jalan, pembangunan infrastruktur pendukung di Sawangan juga berjalan. Dua talud dengan panjang masing-masing 125 meter dan 25 meter telah selesai 100 persen. Pembangunan drainase sepanjang 80 meter mencapai progres 71 persen. Adapun dari lima titik plat beton yang direncanakan, tiga titik telah rampung, sedangkan dua titik lainnya belum mencatat progres.

Kabar positif datang dari Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak. Jalan rabat beton sepanjang 120 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter telah selesai seluruhnya. Penyelesaian ini menjadi salah satu capaian fisik yang telah mencapai target di wilayah Kabupaten Banyumas.

Baca Juga:  Polresta Cilacap Siapkan Pengamanan Pilkades di 48 Desa

Sementara itu, di wilayah Kodim 0709/Kebumen, pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 58 persen dari sasaran sepanjang 700 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 12 sentimeter.

Namun, dua sasaran jalan lainnya di Kabupaten Kebumen, yakni Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter dan Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter, belum mencatat progres pada laporan 19 Oktober 2026.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan. Di Kabupaten Kebumen, sasaran kegiatan juga mencakup pembangunan 12 jembatan, 50 titik sumur bor air bersih, rehabilitasi 45 rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan 20 fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi empat sekolah dan empat tempat ibadah, perbaikan satu panti asuhan, serta pembangunan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor.

Berdasarkan laporan pada tanggal yang sama, seluruh sasaran jembatan belum mencatat progres. Dari 50 titik sumur bor, satu titik di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, telah mencapai 24 persen, sedangkan titik lainnya belum menunjukkan perkembangan.

Pada program rehabilitasi RTLH, rumah milik Fatkhulloh di Desa Sikayun, Kecamatan Buayan, telah mencapai progres 40 persen. Sebanyak 44 sasaran RTLH lainnya belum mencatat progres pekerjaan.

Sementara itu, pembangunan MCK, rehabilitasi sekolah dan tempat ibadah, perbaikan panti asuhan, serta pembangunan area parkir makam leluhur belum menunjukkan progres dalam laporan tersebut.

Empat sekolah yang menjadi sasaran rehabilitasi meliputi SDN 3 Nogoraji, SDN 2 Banyumudal, SDN 1 Kenteng, dan SDN 1 Tlogosari. Adapun tempat ibadah yang masuk dalam program tersebut adalah Mushalla Al Fallah di Pekuncen, Mushalla Al Jihad di Selogiri, Mushalla Al Hidayah di Totogan, serta Pura Pusita Sari di Tunjungseto.

Baca Juga:  Kapolda dan Wakapolda Papua Barat Daya Turun Langsung Atur Lalu Lintas

Pada sektor sosial dan kesehatan, program di Kebumen turut menyasar pelayanan pengobatan gratis dengan target 1.000 orang. Hingga laporan 19 Oktober, realisasinya mencapai 20 persen. Sementara itu, operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, dan bantuan satu kursi roda telah mencapai 100 persen dari target. Adapun penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres.

Pelaksanaan kegiatan di wilayah Kodim 0709/Kebumen melibatkan 103 personel, terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 anggota masyarakat, dan delapan personel Linmas.

Di wilayah Kodim 0701/Banyumas, pekerjaan jalan rabat beton melibatkan 120 personel, yakni 40 personel TNI, 60 warga masyarakat, 10 anggota Linmas, serta 10 mahasiswa.

Dengan rampungnya jalan di Gumelar Lor dan berlanjutnya pengerjaan di Sawangan serta Tirtomoyo, program Bakti TNI AD untuk Rakyat masih memiliki sejumlah sasaran yang perlu dituntaskan. Perkembangan pekerjaan selanjutnya menjadi bagian penting untuk memastikan target pembangunan dan kegiatan sosial dapat tercapai sesuai jadwal hingga 16 Desember 2026.

Melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial tersebut, program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses jalan hingga peningkatan layanan dasar di wilayah Banyumas dan Kebumen. (**).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist