Banyumas | Jawapost.Net. —Sebanyak 575 anggota Pramuka mengikuti Jamboree on the Air (JOTA) dan Jamboree on the Internet (JOTI) Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas pada 15–18 Oktober 2026. Berkolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Banyumas, kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal teknologi komunikasi radio sekaligus memperluas persahabatan lintas wilayah.

Kegiatan bertema “Menghubungkan Pramuka, Menyatukan Dunia” tersebut melibatkan 110 panitia dan dilaksanakan di empat lokasi, yakni Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Banyumas, Sekretariat ORARI Lokal Banyumas, Polsek Banyumas, serta Joglo Kecamatan Jatilawang.

Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Banyumas, Kuat Prayuga, menjelaskan bahwa JOTA-JOTI merupakan kegiatan kepramukaan berskala internasional yang memungkinkan anggota Pramuka berinteraksi dengan sesama peserta melalui radio amatir dan internet.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk memahami perkembangan teknologi komunikasi dan memanfaatkannya secara positif.

“JOTA-JOTI memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk menjalin persahabatan sekaligus mempelajari teknologi komunikasi. Kolaborasi dengan ORARI Banyumas menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan perangkat radio, teknik komunikasi, serta tata cara berkomunikasi melalui frekuensi radio amatir,” ujarnya.

Sekretaris ORARI Lokal Banyumas, Seto Eko Purwanto (YG2BXM), mengatakan pihaknya mengerahkan 30 anggota untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan radio amatir, termasuk tata cara dan etika berkomunikasi melalui perangkat tersebut.

Pembelajaran tidak berhenti pada teori. Para peserta juga mendapat kesempatan berkomunikasi langsung dengan sejumlah stasiun radio amatir, yakni YH2ABJ, YH2ADJ, YH2AEJ, YH1AHJ, dan YH1BBJ.

Seto menegaskan, pengenalan teknologi radio kepada anggota Pramuka merupakan salah satu bentuk kontribusi ORARI dalam mendukung pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Teknologi yang semakin maju harus dimanfaatkan untuk mengembangkan dunia radio amatir. Dengan begitu, ORARI dapat terus memperkuat perannya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung kegiatan kemanusiaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tgk Ricki Desak Pemerintah Tetapkan Aceh Sebagai Daerah Bencana Nasional

Ketua ORARI Banyumas, Hardjo Oemar Sajat (YC2KIL), turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat dalam menyukseskan JOTA-JOTI Banyumas 2026. Ia secara khusus mengapresiasi koordinator kegiatan, YD2FDA, atas dukungan dan keterlibatannya selama pelaksanaan acara.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Banyumas Wahyu Handoko (YD2RPC), yang juga merupakan anggota ORARI, menilai komunikasi radio memiliki peran penting dalam menghubungkan pendidikan kepramukaan dengan pengembangan keterampilan teknologi.

Menurut Wahyu, sinergi antara Kwarcab Banyumas dan ORARI perlu terus diperkuat agar JOTA-JOTI tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kedisiplinan, etika komunikasi, serta semangat persaudaraan lintas wilayah.

“Melalui JOTA-JOTI, Kwarcab Banyumas berupaya menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Sinergi dengan ORARI Banyumas diharapkan terus berkembang untuk memperkuat literasi teknologi dan keterampilan komunikasi anggota Pramuka,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, JOTA-JOTI Banyumas 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan semangat kepramukaan dengan teknologi komunikasi.

Pengalaman berinteraksi melalui radio amatir diharapkan dapat memperluas wawasan peserta sekaligus menumbuhkan generasi muda yang terampil, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. (**).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist