Banyumas | Jawapost.Net. — Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus berjalan di Kabupaten Banyumas dan Kebumen. Hingga Selasa (20/10/2026), pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Banyumas, telah rampung 100 persen. Sementara itu, pengerjaan jalan di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, mencapai 69 persen dan di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kebumen, mencapai 62 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur dasar dan pelayanan sosial yang dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026. Selain jalan, sasaran kegiatan mencakup jembatan, sumur bor, rumah tidak layak huni (RTLH), fasilitas sanitasi, tempat ibadah, sekolah, serta berbagai layanan sosial bagi masyarakat.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han.), menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari progres pekerjaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh warga.

“Bakti TNI AD untuk Rakyat harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap sasaran perlu dikerjakan secara terencana, mengutamakan kualitas, serta melibatkan unsur terkait dan masyarakat agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” demikian pernyataan Danrem.

Program tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., pada Jumat (16/10/2026) di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Pembukaan dilaksanakan bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han.

Di wilayah Kodim 0701/Banyumas, pembangunan jalan rabat beton di Desa Sawangan telah mencapai 563 meter dari target 815 meter atau sekitar 69 persen. Selain itu, dua talud sepanjang 125 meter dan 25 meter telah selesai seluruhnya. Pembangunan drainase sepanjang 80 meter juga telah rampung.

Baca Juga:  Jalan Gumelar Lor Rampung 100 Persen, Jadi Capaian Tertinggi Bakti TNI AD di Banyumas–Kebumen

Dari lima titik pembangunan plat beton di wilayah tersebut, tiga titik telah selesai, sedangkan dua titik lainnya masing-masing mencapai progres 55 persen dan 62 persen.

Sementara itu, jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor telah selesai sepanjang 120 meter sesuai target. Jalan dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter tersebut diharapkan mendukung mobilitas warga serta memperlancar aktivitas sehari-hari.

Pekerjaan infrastruktur di Banyumas juga meliputi pembangunan 10 jembatan dan 30 titik sumur bor, rehabilitasi 105 rumah tidak layak huni, pembangunan 31 unit jambanisasi, revitalisasi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, serta revitalisasi makam Mbah Kalibening.

Berdasarkan laporan hingga 20 Oktober, pembangunan jembatan dan sumur bor belum mencatat progres. Adapun rehabilitasi RTLH mulai berjalan pada dua sasaran, masing-masing sebesar lima persen, sementara sasaran lainnya belum menunjukkan perkembangan dalam laporan tersebut.

Di luar pembangunan fisik, program sosial di Banyumas mencakup operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, pembagian paket sembako, bantuan kursi roda, alat bantu jalan berupa kruk dan walker, serta bazar murah.

Sejumlah kegiatan sosial tersebut telah mencapai 100 persen dari target, meliputi operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, bantuan alat bantu mobilitas, dan bazar murah. Penyaluran paket sembako mencapai 50 persen, sedangkan operasi katarak belum mencatat progres.

Dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga diwujudkan melalui penyaluran 10.000 liter air bersih oleh Kodim 0701/Banyumas kepada warga di RT 7/RW 3 dan RT 1/RW 3, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas.

Di Kabupaten Kebumen, pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 62 persen dari target panjang 700 meter. Sementara itu, pembangunan jalan di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter dan Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter, belum mencatat progres.

Baca Juga:  Kapolda Jateng Pimpin Sertijab 13 Jabatan Strategis

Program di Kebumen turut menyasar pembangunan 12 jembatan, 50 titik sumur bor air bersih, rehabilitasi 45 RTLH, pembangunan 20 fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen.

Hingga 20 Oktober, sasaran pembangunan jembatan di Kebumen belum mencatat progres. Dari 50 titik sumur bor yang direncanakan, pembangunan di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, telah mencapai 25 persen.

Pada sasaran rehabilitasi rumah, rumah milik Fatkhulloh di Desa Sikayun, Kecamatan Buayan, tercatat mencapai progres 40 persen. Adapun pembangunan MCK, sekolah, tempat ibadah, panti asuhan, dan area parkir makam leluhur belum mencatat perkembangan dalam laporan tersebut.

Untuk kegiatan sosial, pengobatan gratis dengan target 1.000 orang telah mencapai 20 persen. Sementara itu, operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, dan satu kursi roda telah mencapai 100 persen dari target. Program penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres.

Pelaksanaan kegiatan di kedua kabupaten melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, Polri, Linmas, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, serta warga setempat. Di Banyumas, sebanyak 450 personel terlibat dalam kegiatan. Sementara di Kebumen, terdapat 103 personel yang terdiri atas 35 personel TNI, lima personel pemerintah daerah, 55 anggota masyarakat, dan delapan anggota Linmas.

Dengan masa pelaksanaan hingga 16 Desember 2026, pengerjaan berbagai sasaran Bakti TNI AD untuk Rakyat masih berlanjut. Penyelesaian infrastruktur dan kegiatan sosial diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap fasilitas dasar sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari warga di Banyumas dan Kebumen. (**).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist