Banyumas | Jawapost.Net. — Krisis air bersih akibat kemarau panjang kian meluas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 24 dari 27 kecamatan terdampak, dengan total 23.951 kepala keluarga (KK) atau 82.657 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini mendorong Lintas Forum Kebangsaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas terus menyalurkan bantuan air kepada masyarakat.

Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BPBD Banyumas, kekeringan dan karhutla telah berdampak pada 97 desa/kelurahan. Krisis air bersih tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga mengganggu kebutuhan di 20 fasilitas umum.

Di tengah kondisi tersebut, Lintas Forum Kebangsaan Banyumas mengintensifkan distribusi air bersih menggunakan armada tangki. Hingga saat ini, sebanyak 80 tangki telah dikirimkan ke wilayah terdampak, dengan total volume air mencapai 4 juta liter.

Koordinator lapangan Lintas Forum Kebangsaan, yang melibatkan Joshua dari FKUB, Taufik Husni dari PKDP/FPK/FBE, Arin dari GARISTA/FBE, Adi dari IARMI/FBE, serta Syamsul dari unsur masyarakat Madura, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau berkepanjangan.

Lintas Forum Kebangsaan Banyumas terdiri atas sejumlah elemen, di antaranya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Banyumas Eling (FBE), serta organisasi kemasyarakatan dan paguyuban kedaerahan, termasuk Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP), komunitas Madura, GARISTA, dan IARMI.

Ketua PKDP, Taufik Husni, menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut berjalan berkat penggalangan dana dari para donatur dan dukungan anggota organisasi yang tergabung dalam Lintas Forum Kebangsaan.

“Bantuan yang terkumpul langsung disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih. Dukungan sekecil apa pun sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kandang Puyuh dan Aroma Petaka di Bojanegara: Kesepakatan yang Diremehkan

Namun, seiring berlanjutnya kemarau, ketersediaan dana untuk mendukung distribusi air bersih mulai menipis. Sementara itu, kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah terdampak masih tinggi dan belum dapat dipastikan kapan hujan akan kembali turun.

Atas kondisi tersebut, Lintas Forum Kebangsaan mengajak masyarakat, komunitas, pelaku usaha, serta para donatur untuk turut berpartisipasi membantu warga terdampak kekeringan. Bantuan dapat disalurkan melalui Lintas Forum Kebangsaan maupun dilakukan secara mandiri sesuai kemampuan masing-masing.

Bagi warga yang kesulitan memperoleh air bersih, tambahan dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti. Distribusi air bersih diharapkan dapat terus berlangsung agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat kekeringan belum berakhir. (**).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist