
Cilacap | Jawapost.net. — Kekeringan yang berkepanjangan membuat warga di sejumlah desa di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, kesulitan mendapatkan air bersih. Merespons kondisi tersebut, Burhan bersama Jejaring Relawan Peduli (JRP) Kabupaten Cilacap bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah pada Rabu (21/10/2026), termasuk hingga malam hari.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan sejumlah unsur relawan, yakni BAGANA, Cilacap Rescue, MDMC atau relawan Muhammadiyah, Relindo, dan TAGANA. Mereka berkolaborasi untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar di tengah semakin terbatasnya ketersediaan air bersih.
Penyaluran bantuan menjangkau RT 01/RW 01 Desa Kedung Benda serta Dusun Nusaren, RT 02/RW 03, Desa Klumprit. Setelah menyelesaikan distribusi di wilayah tersebut, tim melanjutkan penyaluran air bersih pada malam hari ke Dusun Krinding, Desa Kedung Benda.
Di Desa Klumprit, kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Tohirin beserta jajaran pemerintah desa. Sekretaris Desa Klumprit, Sangin Puji Heri, S.Sos., juga turut hadir di lapangan untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan kepada masyarakat.
Sinergi antara pemerintah desa dan para relawan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat ketika masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Bagi warga terdampak, bantuan air bersih memiliki arti penting karena sumber air semakin sulit diperoleh selama musim kemarau panjang. Kondisi itu diperberat oleh pasokan air dari jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang, menurut keterangan warga, tidak optimal dan bahkan tidak mengalir selama beberapa bulan terakhir.
Warga pun menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang telah turun langsung membantu kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih kepada tim relawan BAGANA, Burhan dan kawan-kawan yang telah membantu kami. Saat musim kemarau panjang seperti sekarang, air bersih sangat sulit didapatkan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” ungkap seorang warga.
Air bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, mulai dari memasak hingga mencuci. Meski belum menyelesaikan persoalan kekeringan secara menyeluruh, bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban warga yang kesulitan mendapatkan air.
Burhan bersama rekan-rekannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang dilaksanakan secara swadaya oleh para relawan. Aksi itu, menurut mereka, berangkat dari semangat gotong royong dan kemanusiaan, bukan untuk kepentingan politik tertentu.
Melalui Jejaring Relawan Peduli Kabupaten Cilacap, mereka berharap gerakan kemanusiaan semacam ini dapat terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kerja sama antara relawan, pemerintah desa, dan warga.
“Semoga bantuan air bersih ini bisa sedikit membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami hadir karena kepedulian dan semangat kemanusiaan. Selama masih bisa membantu masyarakat, kami akan berupaya bergerak bersama rekan-rekan relawan,” demikian pesan tim relawan.
Aksi tersebut menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak berhenti pada ungkapan simpati, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata. Di tengah ancaman kekeringan, kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu mempercepat penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Jejaring Relawan Peduli Kabupaten Cilacap: Bergerak Bersama, Hadir untuk Sesama.
(Shlh).
SAELAN







