CILACAP, Jawapost.net // Pemerintah bersama sejumlah instansi terkait menggelar Sosialisasi Penetapan Kawasan Konservasi Penyu di Pendopo Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Rabu 26 November 2025.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Karangtawang Sutarno, A.Md., unsur Forkopimcam Nusawungu, Danramil Adipala Kapten Gunawan, S.H., perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap dan Provinsi Jawa Tengah, jajaran pemerintah desa dari Binangun, Adipala, dan Nusawungu, tokoh masyarakat, serta tim kesenian Bambu Laras.

Kepala Desa Karangtawang Sutarno, A.Md, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi sosialisasi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga kelestarian penyu di wilayah pesisir selatan Cilacap.

Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Bonavita, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa kawasan konservasi penyu di Cilacap telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 68 Tahun 2025.

Menurutnya, penetapan tersebut merupakan hasil proses panjang sejak 2024, dengan fokus perlindungan berada pada wilayah perairan dari garis pantai ke arah laut. Untuk kawasan daratan, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dinilai tetap krusial.

Dr. Noor Zahry, S.Pi., M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan turut memaparkan pentingnya kerja sama lintas sektor demi keberlanjutan ekosistem penyu di Cilacap.

Ia menyoroti sejumlah tantangan konservasi seperti predator alami, sampah plastik, perubahan iklim, penggunaan cahaya pada malam hari, hingga aktivitas wisata yang tidak terkontrol.

Tim pemateri juga menyampaikan sejumlah program prioritas konservasi, di antaranya penguatan perlindungan habitat, patroli kawasan berbasis pelaporan masyarakat, pengembangan fasilitas edukasi dan penangkaran, skema kemitraan dan ekowisata berbasis konservasi, serta penyusunan SOP penanganan penyu dan relokasi telur.

Kegiatan ditutup dengan seruan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat pesisir. Konservasi penyu diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekowisata berkelanjutan di Cilacap. (Shlh). 

Baca Juga:  Dorong Transformasi Digital, Wakil Bupati Lumajang Resmikan Wi-Fi Publik di Kelurahan