
Banyumas, Jawapost.net – Membaca shalawat kembali ditegaskan sebagai amalan agung oleh Drs. KH. Mughni Labib, M.S.I., Dosen Fakultas Syariah UIN SAIZU Purwokerto yang juga Rais Syuriyah PCNU Banyumas serta Ketua Dewan Pertimbangan MUI Banyumas. Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada media, Jumat (12/12/2025).
KH Mughni Labib menjelaskan bahwa perintah bershalawat ditegaskan langsung oleh Allah dalam QS Al-Ahzab ayat 56. Menurut Imam Syafi’i, shalawat wajib dibaca dalam tasyahhud akhir dengan format yang merujuk pada Shalawat Ibrahimiyah sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Ia menambahkan, penyebutan kata sayyidina dalam shalawat sebagaimana dijelaskan Imam al-Malibari dan Syekh Wahbah al-Zuhaili termasuk adab mulia dan disunnahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Mengutip hadis Nabi SAW, KH Mughni Labib menyampaikan bahwa siapa pun yang bershalawat sekali kepada Nabi, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali shalawat. Orang yang paling banyak bershalawat disebut sebagai yang paling dekat dengan Nabi pada hari kiamat.
Lebih lanjut, ia menguraikan lima jenis syafaat Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan Imam Qadhi Iyadh: syafaat agung di Padang Mahsyar, syafaat memasukkan sebagian umat ke surga tanpa hisab, syafaat menyelamatkan umat yang semestinya masuk neraka, syafaat mengeluarkan umat dari neraka, serta syafaat untuk meninggikan derajat penghuni surga.
“Syafaat Nabi adalah anugerah besar. Semoga kita menjadi bagian dari yang mendapatkannya,” ujarnya.
KH Mughni Labib menutup penjelasan dengan doa agar umat Islam senantiasa istiqamah membaca shalawat demi memperoleh keberkahan dan cahaya syafaat Nabi Muhammad SAW. (Shlh).
