
Jakarta | Jawapost.net
Ratusan kader muda dari berbagai daerah di Indonesia memadati Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2026) malam. Mereka hadir untuk menyaksikan Debat Kandidat Calon Ketua Umum Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) 2026, sebuah forum yang menjadi panggung adu gagasan sekaligus penentu arah masa depan organisasi kepemudaan PAN.
Sejak selepas Magrib, suasana di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas anak muda Jakarta itu tampak semarak. Para kader yang datang dari berbagai kabupaten, kota, dan provinsi tak hanya menjadi penonton, tetapi juga memberikan dukungan kepada kandidat yang mereka jagokan.
Sebanyak enam kandidat tampil dalam forum tersebut, yakni Slamet Ariyadi, Mora Harahap, Mitra Fakhruddin, Maulana Muhammad, Riyan Hidayat, dan Husmaluddin. Meski masih tergolong muda, para kandidat memiliki rekam jejak politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota hingga kepala daerah.
Debat yang dimulai pukul 20.00 WIB itu menjadi salah satu agenda penting menjelang pelaksanaan Kongres VII BM PAN yang akan digelar di Provinsi Banten. Forum tersebut menjadi wadah bagi para kandidat untuk memaparkan visi, misi, serta strategi dalam memperkuat peran BM PAN sebagai organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Partai Amanat Nasional.
Sejumlah tokoh penting PAN turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua Umum PAN sekaligus Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Ketua Umum BM PAN Sigit Purnomo Purnomo Said atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu, serta para mantan Ketua Umum BM PAN seperti Ahmad Yohan dan Ahmad Rizki Sadig.
Dalam sesi debat, para kandidat diuji melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyampaian gagasan hingga pendalaman materi oleh panelis. Sebagai salah satu panelis sekaligus senior partai, Viva Yoga menyoroti tiga agenda besar yang dinilai akan menentukan masa depan BM PAN, yakni digitalisasi organisasi, transparansi pendanaan, dan penguatan konsolidasi kader.
Menurut Viva Yoga, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan dalam tata kelola organisasi modern.

“Digitalisasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dunia politik saat ini. Langkah ini penting untuk reformasi tata kelola organisasi sekaligus mendukung peningkatan elektoral partai di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi juga dapat mendukung sistem pelaporan keuangan organisasi yang lebih akuntabel dan terbuka. Karena itu, transparansi sumber pendanaan harus menjadi prinsip utama dalam menjalankan roda organisasi.
“Setiap sumber pendanaan harus jelas dan transparan, baik berasal dari pribadi ketua umum maupun pihak lain. Organisasi modern membutuhkan tata kelola yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Viva Yoga juga mengingatkan bahwa konsolidasi organisasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Menurutnya, penguatan organisasi harus berjalan secara simultan melalui berbagai jalur, baik formal maupun programatik.
Konsolidasi formal dapat dilakukan melalui rapat organisasi, kaderisasi, dan mekanisme internal lainnya. Namun lebih dari itu, kader BM PAN juga dituntut mampu menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan elektoral PAN di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Viva Yoga mengungkapkan kontribusi besar BM PAN terhadap kekuatan politik partai. Ia menyebut sekitar 22 persen anggota legislatif PAN di tingkat DPR RI maupun DPRD merupakan kader yang lahir dari BM PAN.
“Ini menunjukkan bahwa BM PAN memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam perjalanan partai. Kontribusinya nyata dan harus terus diperkuat untuk menghadapi Pemilu 2029,” katanya.
Debat kandidat ini tidak hanya menjadi arena kompetisi gagasan antarcalon ketua umum, tetapi juga menjadi cermin semangat regenerasi politik di tubuh PAN. Harapannya, kepemimpinan baru BM PAN nantinya mampu melahirkan kader-kader muda yang adaptif, inovatif, dan mampu membawa PAN semakin dekat dengan generasi masa depan menuju kemenangan pada Pemilu 2029.
Pewarta : Shlh
