Aimas | Jawapost.Net — Cuaca buruk yang melanda Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, mulai berdampak langsung pada aktivitas nelayan dan harga ikan laut. Minimnya nelayan yang berani melaut membuat pasokan ikan di sejumlah lapak berkurang, sementara harga berbagai jenis ikan mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut terlihat di lapak ikan Kelurahan Klamalu, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Senin (28/9/2026). Pedagang menyebut kenaikan harga terjadi karena hasil tangkapan nelayan menurun akibat kondisi laut yang kurang bersahabat.

Haris, salah seorang pedagang ikan, mengatakan cuaca buruk membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut karena mempertimbangkan keselamatan. Kondisi itu kemudian berimbas pada ketersediaan ikan di pasar.

“Nelayan yang melaut semakin sedikit karena cuaca buruk. Hasil tangkapan juga berkurang sehingga harga hampir semua jenis ikan naik,” ujar Haris.

Ia mencontohkan, ikan mubara yang sebelumnya dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram kini mencapai Rp35 ribu per kilogram. Harga ikan lema juga naik dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sementara ikan tuna yang sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram kini berada di kisaran Rp35 ribu.

Menurut Haris, kenaikan harga ikan pada periode Agustus hingga September bukan hal baru. Pada bulan-bulan tersebut, angin selatan biasanya bertiup lebih kencang sehingga aktivitas nelayan dan hasil tangkapan ikut terpengaruh.

Kondisi serupa juga dirasakan warga. Dimas, salah seorang warga, mengatakan masyarakat setempat sudah terbiasa menghadapi kenaikan harga ikan ketika memasuki periode angin selatan.

“Biasanya setiap bulan Agustus atau September angin selatan cukup kencang. Karena itu, harga ikan memang sering naik. Kalau harga yang sebelumnya Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram, masyarakat sudah tidak terlalu kaget,” katanya.

Baca Juga:  Maju di Konfercab Muslimat NU Banyumas, Hj. Khasanatul Mufidah Usung Semangat Pengabdian dan Pemberdayaan Perempuan

Kenaikan harga tersebut menunjukkan bagaimana perubahan kondisi cuaca dapat langsung memengaruhi rantai pasok hasil laut, mulai dari aktivitas nelayan hingga harga yang harus dibayar masyarakat di tingkat konsumen.

Reporter: Qodir H