CILACAP | Jawapost.Net — Potensi batik lokal mendapat perhatian dalam pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Desa Karang Tawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Selasa (13/10/2026).


Kepala Desa Klumprit, Tohirin, mendampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat mengunjungi stan UMKM Batik Sekar Waru.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan TMMD yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Selain memperkuat sinergi pembangunan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan lokal kepada khalayak yang lebih luas.

Kehadiran Batik Sekar Waru dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga perlu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Batik sebagai bagian dari ekonomi kreatif memiliki peluang untuk terus berkembang melalui inovasi motif, peningkatan kualitas produk, penguatan promosi, serta perluasan jaringan pemasaran. Dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV 2026 dihadiri Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti, S.E., jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Cilacap, serta sejumlah unsur pemerintah daerah, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades).

Hadir pula Camat Nusawungu Oktavian Panji Setiawan, S.STP., Kapolsek Nusawungu AKP Gatot, S.H., Danramil 05/Nusawungu ARM Sutiyono, unsur TNI-Polri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nusawungu, para kepala desa se-Kecamatan Nusawungu, serta Kepala Puskesmas Nusawungu I, dr. Gilang, bersama tim kesehatan.

Baca Juga:  Hari Kesaktian Pancasila di Banyumas, Bupati Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Melalui program TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat berkolaborasi dalam pembangunan wilayah pedesaan, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik. Pelaksanaannya diharapkan dapat memperkuat infrastruktur, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kemajuan lingkungan masing-masing.

Di sisi lain, pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. Produk kerajinan seperti Batik Sekar Waru dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi apabila didukung promosi berkelanjutan dan akses pemasaran yang lebih luas.

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV di Desa Karang Tawang pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat, tetapi juga membuka peluang ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Reporter: (Shlh).

S
Penulis / Wartawan
SAELAN

Verified Journalist