
Semarang | Jawapost.Net. – Kekeringan berkepanjangan yang melanda Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Menjawab kebutuhan tersebut, Bidhumas Polda Jawa Tengah menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk membantu 134 kepala keluarga (KK) dalam rangka memperingati HUT Humas Polri ke-75, Senin (19/10/2026).
Bantuan yang diangkut menggunakan dua truk tangki itu didistribusikan kepada warga di tiga RT wilayah RW 3. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, sebagian air juga digunakan mengisi dua tandon di Masjid Al Hidayah yang mengalami kekurangan pasokan, terutama untuk menunjang kebutuhan berwudu.
Penyaluran bantuan dipimpin Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng AKBP Eko Kurniawan bersama personel Bidhumas Polda Jateng. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Camat Banyumanik Sri Martini, Lurah Jabungan Muhammad Hasani, serta pengurus RW dan RT setempat.
Di lokasi penyaluran, warga tampak membawa galon dan memanfaatkan tandon penampungan untuk mendapatkan pasokan air. Bantuan ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari di tengah semakin terbatasnya sumber air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
AKBP Eko Kurniawan mengatakan, kegiatan bakti sosial pembagian air bersih tersebut dilaksanakan serentak oleh Polda Jateng bersama jajaran polres dalam rangka HUT Humas Polri ke-75.
“Bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga, mengingat air merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kekeringan Meluas Sejak Juli. Lurah Jabungan Muhammad Hasani menjelaskan, distribusi air bersih bagi warga telah berlangsung sejak sekitar Juli 2026. Namun, memasuki September dan Oktober, wilayah terdampak semakin meluas, terutama di RW 3, RW 4, dan RW 5.
Selama musim penghujan, masyarakat mengandalkan sumur sebagai sumber air utama. Akan tetapi, kemarau panjang membuat sumur-sumur warga mengering. Bahkan, sumber air sungai di wilayah tersebut turut mengalami kondisi serupa.
Akibatnya, kebutuhan air bersih warga semakin bergantung pada bantuan dari berbagai pihak yang disalurkan secara berkala.
“Praktis hampir setiap hari ada dropping air bersih. Namun, persoalan ini belum teratasi secara permanen. Kami berusaha semaksimal mungkin menyalurkan air karena warga masih sangat membutuhkan,” kata Muhammad Hasani.
Pemerintah Kelurahan Jabungan, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang ialah perluasan jaringan PDAM agar menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk RW 5.
Dengan akses jaringan air bersih yang semakin memadai, warga diharapkan tidak terus-menerus bergantung pada bantuan tangki ketika musim kemarau kembali tiba.
Plt. Camat Banyumanik Sri Martini juga mengapresiasi dukungan Polda Jateng dan berbagai instansi dalam membantu warga Jabungan. Menurutnya, koordinasi penanganan kekeringan telah dilakukan sejak September dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk perangkat daerah, PMI, dan penyedia layanan air bersih.
Ia berharap penanganan kekeringan tidak berhenti pada distribusi air secara berkala, tetapi juga diikuti langkah berkelanjutan agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih terjamin.
Warga Berharap Hujan Segera Turun
Dampak kekeringan dirasakan langsung oleh Sambari (54), salah seorang warga penerima bantuan. Ia mengaku terbantu dengan distribusi air bersih, meskipun kebutuhan masyarakat yang cukup besar membuat pasokan yang datang terkadang belum mencukupi seluruh kebutuhan.

Kondisi tersebut mengharuskan warga menghemat penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Sambari berharap musim hujan segera tiba agar sumur dan sumber air di lingkungannya kembali terisi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh air secara lebih mudah tanpa harus terus menunggu bantuan dari luar wilayah.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan bahwa peringatan HUT Humas Polri ke-75 menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran Polri yang responsif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sosial berupa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan nyata yang dihadapi warga, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Polri akan terus hadir memberikan manfaat melalui kegiatan yang humanis, dengan mengedepankan kepedulian dan sinergi bersama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Yuliyanto.
Ia juga berharap musim hujan segera tiba sehingga kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi dan penanganan kekeringan berjalan secara berkelanjutan.
Penyaluran 16.000 liter air bersih tersebut menjadi bantuan nyata bagi warga Jabungan yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air. Namun, meluasnya wilayah terdampak dan kebutuhan distribusi yang hampir berlangsung setiap hari menunjukkan bahwa bantuan darurat perlu berjalan beriringan dengan solusi jangka panjang, agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih aman dan berkelanjutan. (**).
SAELAN





