
Klaten, Jawapostnet — Pemerintah Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mengapresiasi dukungan Kepolisian Republik Indonesia dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan.
Jembatan tersebut mengakhiri keterbatasan akses warga yang terjadi sejak jembatan lama runtuh pada tahun 2021.
Kepala Desa Cucukan Heru Pramana mengatakan, hilangnya jembatan sebelumnya berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama akses ke lahan pertanian serta mobilitas pelajar yang harus menempuh jarak lebih jauh.
Selama beberapa tahun, warga terpaksa memutar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polri yang dinilai tidak sebatas memberikan dukungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembangunan.
Kehadiran Kapolres Klaten ke Desa Cucukan, menurut Heru, menjadi dorongan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Heru berharap jembatan baru itu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Cucukan dan Desa Kotesan.
Keberadaan jembatan dinilai penting untuk menunjang kegiatan pendidikan, pertanian, serta aktivitas ekonomi warga di kedua desa.
Jembatan yang dibangun Polres Klaten tersebut berada di wilayah Dukuh Matangan, Desa Cucukan. Infrastruktur itu memiliki panjang 15 meter dan lebar 4 meter, menggunakan konstruksi gelagar baja IWF dan pelat beton bertulang, serta dirancang mampu menahan beban hingga 10 ton.
Jembatan Merah Putih Presisi ini menjadi akses vital yang melayani mobilitas warga dari 11 dusun dengan jumlah sekitar 890 kepala keluarga.
Selain memperlancar akses pertanian, jembatan tersebut juga menunjang kegiatan pendidikan dan perekonomian masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan tersebut diresmikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi, menandai kembali terbukanya akses utama warga yang sempat terputus. (Shlh).
