Jawapost.net | Seorang analis spiritual dan pengamat geopolitik, Kanjeng Senapati, melontarkan pandangan kontroversial mengenai masa depan Indonesia Nusantara sebagai kekuatan besar dunia yang akan kembali memimpin peradaban global. Dalam narasinya, ia menegaskan bahwa Nusantara memiliki posisi historis dan geopolitik yang sangat vital sebagai pusat awal peradaban manusia sekaligus magnet peradaban dunia.

Menurutnya, bangsa Nusantara memiliki koneksi internasional yang kuat, baik secara historis, genetis, ideologis, maupun spiritual, terutama dengan wilayah Jazirah Arab. Keterkaitan tersebut disebut sebagai benang merah peradaban awal dan akhir umat manusia, yang membuat perkembangan geopolitik Nusantara tidak dapat dipisahkan dari dinamika Timur Tengah hingga akhir zaman.

Kanjeng Senapati menyebut Nusantara sebagai calon “mercusuar dunia” dan “negara adidaya” yang akan menjadi pemantik kebangkitan peradaban global. Ia menilai peran strategis Nusantara pernah terwujud di masa lalu, sebelum tatanan negara republik demokrasi dianggap mendominasi dan, menurut pandangannya, gagal menjawab tantangan geopolitik dan kesejahteraan rakyat.

Dalam analoginya, Negara Kesatuan Republik Indonesia digambarkan sebagai kapal besar dengan sistem navigasi yang rusak, kehilangan arah dan tujuan. Kondisi tersebut, menurutnya, hanya dapat diselamatkan melalui kebangkitan kembali sistem Kerajaan dan Kesultanan Nusantara sebagai tatanan baru yang berfungsi sebagai pengayom rakyat, bukan sekadar penguasa politik.

Ia menegaskan bahwa sistem monarki Nusantara dinilai lebih berhasil secara historis dalam menjaga integritas negara, membangun peradaban berkelanjutan, serta melindungi rakyat selama berabad-abad. Gagasan kembali pada nilai-nilai Kerajaan Kesultanan disebut sebagai solusi atas krisis geopolitik, dominasi oligarki, serta ancaman global dari kekuatan kapitalisme dan komunisme.

Lebih jauh, Kanjeng Senapati juga mengklaim bahwa Kerajaan Nusantara memiliki peran besar dalam sistem keuangan global dan pembangunan peradaban dunia, sehingga eksistensinya dianggap krusial bagi stabilitas global.

Baca Juga:  Awal 2026, BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis untuk UMK

Di akhir pernyataannya, ia menyerukan kepada generasi bangsa untuk mempersiapkan diri menyongsong kebangkitan Nusantara menuju era kejayaan baru atau “Golden Age”, seraya menegaskan bahwa peradaban besar tidak ditunggu, melainkan disiapkan dan dijemput.