
Jawapost.net | Banyumas
Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan melalui Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut menjadi langkah strategis untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus memastikan setiap anak memperoleh bekal pendidikan sejak usia dini sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diikuti Bunda PAUD tingkat kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas pada Selasa (30/6/2026) di Convention Hall Putra Sang Fajar itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa program satu tahun pra-SD memiliki peran sangat penting dalam membangun kesiapan belajar anak. Menurutnya, berbagai hasil penelitian menunjukkan anak yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki kesiapan akademik maupun sosial yang lebih baik ketika memasuki sekolah dasar.
“Anak-anak yang memperoleh layanan PAUD memiliki kesiapan belajar yang jauh lebih baik saat memasuki SD. Mereka lebih siap mengikuti pembelajaran, memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang lebih baik, serta terbentuk karakter dan keterampilan sosial yang menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan,” ujar Sadewo.
Meski demikian, ia menekankan bahwa program satu tahun pra-SD tidak boleh dimaknai sebagai upaya memindahkan materi pelajaran SD ke jenjang PAUD ataupun menjadikan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai syarat masuk sekolah dasar.
Menurutnya, PAUD harus tetap menjadi ruang belajar yang menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Melalui aktivitas bermain, bereksplorasi, dan berinteraksi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki rasa ingin tahu tinggi, mampu bersosialisasi, serta memiliki karakter positif sebagai fondasi memasuki pendidikan dasar.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Dwi Kustantinah, menjelaskan bahwa usia 0 hingga 5 tahun merupakan masa emas atau golden age yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Karena itu, pihaknya terus mendorong keterlibatan aktif Kelompok Kerja (Pokja) PAUD di seluruh tingkatan agar mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah masih adanya orang tua yang belum memahami pentingnya PAUD sehingga menganggap anak cukup langsung masuk sekolah dasar tanpa melalui pendidikan pra-sekolah.
“Masih banyak yang menilai keberhasilan PAUD hanya dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Padahal yang jauh lebih penting adalah membangun kegemaran belajar, membentuk karakter, melatih kemandirian, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta menanamkan kebiasaan positif sejak dini,” ungkap Nuraeni.
Ia menegaskan, keberhasilan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar semakin banyak keluarga menyadari bahwa mengikuti PAUD minimal satu tahun sebelum masuk SD merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Nuraeni juga mengajak seluruh Bunda PAUD di Kabupaten Banyumas untuk aktif mengawal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan penerapan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak dini.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, Bunda PAUD, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap setiap anak memperoleh hak yang sama atas layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, generasi muda Banyumas diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta : (Slamet P)
