
Banyumas | Jawapost.net – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jumat (30/10/2026) dini hari hingga pagi, memicu tanah longsor di tiga lokasi berbeda.
Salah satu kejadian menyebabkan tembok keliling SDN 2 Tanggeran sepanjang 30 meter roboh dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp175 juta.
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Somagede Polresta Banyumas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta penanganan dampak longsor.
Tiga lokasi terdampak masing-masing berada di lingkungan SDN 2 Tanggeran, bahu jalan alternatif Kemawi–Sumpiuh di Desa Kemawi, serta tebing di samping rumah warga di Desa Piasa Kulon.
Longsor di lingkungan SDN 2 Tanggeran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tembok keliling sekolah sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi 3,5 meter roboh. Nilai kerugian material ditaksir mencapai Rp175 juta.
Untuk mencegah siswa maupun masyarakat mendekati area berbahaya, petugas memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, di jalur alternatif Kemawi–Sumpiuh, longsor terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Bahu jalan sepanjang kurang lebih 34 meter mengalami longsoran disertai keretakan aspal. Kondisi tersebut menyebabkan badan jalan menyempit sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus melintas secara bergantian.
Petugas juga memasang garis polisi dan rambu peringatan sebagai langkah antisipasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

Dampak longsor lainnya terjadi sekitar pukul 05.50 WIB di Desa Piasa Kulon, tepatnya di samping rumah milik Suwarno. Material tanah yang longsor bersama pohon jengkol menimpa bagian atap rumah hingga mengalami kerusakan.
Bhabinkamtibmas bersama warga setempat kemudian bergotong royong membersihkan material tanah dan pohon yang menimpa bangunan rumah.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Dhovan Oktavianton, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Somagede Iptu Rusli menyampaikan bahwa kepolisian bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD dan unsur terkait untuk memastikan kondisi di lapangan, mendata dampak kerusakan, serta melakukan langkah pengamanan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam durasi cukup lama. Kondisi tanah yang labil dan karakteristik wilayah berbukit berpotensi memicu longsor susulan.
Pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif Kemawi–Sumpiuh juga diminta mematuhi rambu peringatan dan tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan dinilai membahayakan.
Dalam rangkaian kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Polsek Somagede bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan koordinasi serta pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dan memastikan keselamatan mas
yarakat. (**).
SAELAN





