
Kemranjen | Jawapost.Net
Reporter : Shlh.
Sebanyak 87 pembina kelembagaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen, Banyumas, resmi dilantik, Senin (31/8/2026). Mereka terdiri atas 72 Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan 15 Majelis Pembimbing Desa (Mabisa).
Pelantikan berlangsung di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kemranjen dan dilakukan oleh Camat Kemranjen selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Kemranjen, Ika Suprihatin.
Ika menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Justru, momentum itu menjadi awal bagi para Mabigus dan Mabisa untuk mengambil peran lebih aktif dalam menggerakkan pembinaan kepramukaan di wilayah masing-masing.
“Pelantikan ini bukan berhenti pada seremoni. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pembinaan Gerakan Pramuka di masing-masing gugus depan,” kata Ika.
Menurutnya, keberadaan Mabigus dan Mabisa diharapkan mampu memberikan dukungan, arahan, serta penguatan terhadap pelaksanaan kegiatan kepramukaan, khususnya di satuan pendidikan.
Karena itu, Ika mengapresiasi langkah Kwarran Kemranjen yang langsung melanjutkan pelantikan dengan kegiatan capacity building. Program tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, sekaligus kepemimpinan para Mabigus dan Mabisa.
“Kegiatan capacity building ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujarnya.
Ketua Kwarran Kemranjen Mahfuri mengatakan, kegiatan penguatan kapasitas menghadirkan Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Cabang (Pusdiklatcab) Banyumas, Yusup Supriyadi, bersama pelatih Didit Arifin Ardiyanto.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan pemahaman tugas para Mabigus serta Mabisa agar dapat menjalankan perannya secara efektif.
“Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu menjalankan peran secara lebih efektif dalam mengembangkan gugus depan,” ujar Mahfuri.
Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya berhenti pada pemahaman administratif maupun organisatoris. Para Mabigus dan Mabisa juga dituntut mampu menjadi motor penggerak lahirnya kegiatan Pramuka yang aktif, kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Capacity building ini menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi dan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa, sehingga mampu mewujudkan gugus depan yang aktif, mandiri dan berprestasi,” katanya.
Mahfuri berharap pelantikan 72 Mabigus dan 15 Mabisa tersebut menjadi energi baru bagi penguatan pembinaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen.
Gugus depan, kata dia, merupakan salah satu ujung tombak pembinaan peserta didik. Karena itu, pengelolaannya perlu terus diperkuat agar mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang menarik, edukatif, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Dengan demikian, pelantikan tidak berhenti sebagai pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi benar-benar menjadi langkah awal untuk membangun gugus depan yang lebih hidup, mandiri, dan mampu mencetak generasi muda berkarakter serta berprestasi. (**).
