JAWAPOST.Net | Kebumen ~ Aktivitas memanen biji jenitri di perbukitan Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, berakhir tragis.

Seorang petani bernama Sayono (56) meninggal dunia setelah pohon jenitri yang dipanjatnya tiba-tiba tumbang pada Senin (9/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi di kebun milik warga bernama Kamari yang berada di Blok 8 Dusun Patok, RT 01 RW 02. Saat kejadian, Sayono bersama rekannya, Yatiman (54), tengah memanen biji jenitri dengan cara memanjat pohon setinggi belasan meter.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, kedua petani tersebut berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB menuju kebun yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari permukiman.

Sekitar dua jam kemudian, saat keduanya berada di atas pohon, tiba-tiba pohon jenitri tersebut roboh.

“Diduga pohon sudah tua dan bagian akarnya lapuk sehingga tidak kuat menopang beban saat dipanjat,” jelas Kapolres.

Akibat kejadian tersebut, Sayono terjatuh bersama batang pohon dan ditemukan dalam kondisi tidak bergerak.

Sementara rekannya, Yatiman, mengalami luka serius dan mengeluh kesakitan. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Seja Kuswoyo, warga yang saat itu sedang mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

Ia mendengar suara pohon tumbang disertai teriakan minta tolong. Saat mendatangi sumber suara, saksi mendapati kedua korban telah tergeletak di tanah.

Sayono terlihat tidak bergerak, sedangkan Yatiman mengalami luka dan kesakitan. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan pohon jenitri setinggi sekitar 16 meter tersebut tumbang akibat akar yang telah lapuk dan berlubang.

Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah peralatan panen seperti tangga bambu, tali plastik, serta alat pemanen yang terbuat dari bambu.

Baca Juga:  Aliansi Bersatu Purbalingga Menggugat: Kebijakan Pemerintah Daerah Dinilai Anti-Rakyat

Dari hasil pemeriksaan medis, Sayono dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya.

Sementara Yatiman mengalami luka robek pada pelipis dan kening serta patah tulang di tangan kanan dan saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Petugas dari Polsek Sruweng bersama tim Inafis Polres Kebumen, tenaga kesehatan Puskesmas Sruweng, serta unsur TNI dan perangkat desa setempat telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta pendataan saksi.

Kapolres menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal peristiwa tersebut murni merupakan kecelakaan kerja saat korban memanen jenitri.
(Shlh).