
JAWAPOST.Net | Banyumas ~ Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Hal itu dibahas dalam High Level Meeting TPID yang digelar di Smartroom Graha Satria Purwokerto, Selasa (10/3/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah pemangku kepentingan.
Rapat mengangkat tema sinergi pengendalian inflasi, ketahanan pangan, stabilitas keamanan, serta mitigasi risiko guna menjaga kondusivitas wilayah menjelang hingga setelah Lebaran.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Lintarti menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, terutama di tengah kondisi global yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Ia menyebut, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat kesiapan daerah menghadapi Idul Fitri, khususnya dalam menjaga keamanan serta memastikan pasokan pangan tetap terkendali sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.
“Mengingat kondisi global yang saat ini tidak stabil, seluruh pemangku kepentingan diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” kata Lintarti.
Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui TPID menyiapkan lima langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan gangguan distribusi pangan menjelang Lebaran.
Langkah tersebut meliputi pengawasan harga dan ketersediaan stok pangan di pasar secara intensif, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok di seluruh wilayah, serta melakukan intervensi pasar melalui program pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai lokasi.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan produksi melalui pengembangan klaster pangan dan memastikan ketersediaan komoditas utama.
Upaya lain dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, termasuk pemeliharaan kualitas jalan serta pengecekan armada angkutan umum guna menjamin keselamatan masyarakat selama arus mudik.
Lintarti juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar stabilitas harga di pasar tetap terjaga.
“Dengan sinergi dan kerja sama yang kuat, saya yakin momen Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas Fatichuddin memaparkan perkembangan inflasi di wilayah Purwokerto.
Pada Februari 2026, tercatat terjadi inflasi month to month sebesar 0,78 persen setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi.
Menurutnya, lima komoditas yang memberi andil inflasi terbesar yakni daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, serta telur ayam ras 0,06 persen.
Sementara komoditas yang menyumbang deflasi terbesar adalah bensin sebesar -0,05 persen, wortel -0,01 persen, dan bawang putih -0,01 persen.
Ia menjelaskan, kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat mengalami peningkatan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan akibat momentum libur Tahun Baru Imlek serta awal Ramadan.
Selain itu, tingginya curah hujan turut memengaruhi produksi hortikultura sehingga memicu kenaikan harga sejumlah komoditas.
Kenaikan harga beras juga terjadi secara merata di tingkat pedagang karena masa panen belum tiba.
Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta berbagai pihak terkait, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Kabupaten Banyumas dapat tetap terjaga hingga setelah perayaan Idul Fitri.
Kalau jujur, ini jauh lebih padat dan layak tayang dibanding versi awal yang terasa seperti notulen rapat yang tersesat ke meja redaksi.
(Shlh).

