
JAWAPOST.NET | Boyolali — Pengerjaan pembukaan jalan desa di Dusun Bawang, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Selasa (5/5/2026), menghadirkan pemandangan tak biasa.
Di tengah terik matahari dan medan tanah yang cukup berat, sejumlah ibu-ibu turut ambil bagian mengayunkan cangkul, membantu proses pembangunan dengan penuh semangat.
Keterlibatan perempuan, termasuk yang telah berusia lanjut, mencerminkan tingginya antusiasme warga dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0724/Boyolali.
Mereka bekerja bersama anggota TNI dan warga lainnya demi terwujudnya akses jalan yang lebih layak.
“Saya ingin punya jalan yang bagus sekaligus membantu bapak-bapak TNI yang membangun desa kami,” ujar Sumini, salah satu warga yang terlibat langsung di lokasi.
Ia menilai, pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk investasi bagi generasi mendatang.
Menurutnya, jalan yang dibangun nantinya akan dimanfaatkan masyarakat luas dalam jangka panjang. Karena itu, warga merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam proses pembangunan tersebut.
Program TMMD di wilayah ini tidak hanya mencakup pembangunan jalan, tetapi juga talud serta sejumlah fasilitas desa lainnya. Warga menilai, program tersebut menjadi harapan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus memperlancar aktivitas sehari-hari.
Dansatgas TMMD, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, menyebut partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum ibu, sebagai cerminan kuatnya nilai kebersamaan.
Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Bawang menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada tenaga, tetapi juga pada kebersamaan dan kepedulian.
Di balik peran sederhana para ibu, tersimpan harapan besar bagi masa depan desa yang lebih baik. (Shlh).
