Jawapost.net | Banjarnegara

Puluhan anak usia dini tampak antusias mengenakan celemek dan berkreasi di dapur praktik saat mengikuti kegiatan outing class yang digelar TK PGRI Al Ikhlas Pesantren, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 96 siswa-siswi mendapatkan pengalaman edukatif yang berbeda dengan belajar langsung membuat roti dan menghias pizza di SMKN 1 Wanayasa, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik, melatih kreativitas, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian anak sejak usia dini.

Di lingkungan SMKN 1 Wanayasa, para siswa diperkenalkan dengan proses pengolahan produk pangan yang dikelola Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Tidak hanya melihat, mereka juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses menghias pizza dengan berbagai topping sesuai imajinasi dan kreativitas masing-masing.

Kepala SMKN 1 Wanayasa, Anggara Aditya, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolahnya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA sebagai bagian dari upaya mengenalkan dunia pendidikan vokasi kepada masyarakat.

“SMKN 1 Wanayasa hadir sebagai bagian dari masyarakat dan untuk masyarakat. Pengetahuan yang kami miliki tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah saja, tetapi harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Anggara, kegiatan edukatif semacam ini tidak sekadar mengajak anak-anak berwisata, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang nyata dan menyenangkan. Selain mengenal proses pembuatan roti, peserta juga diberikan pemahaman dasar mengenai keamanan pangan.

“Kami mengenalkan kepada anak-anak bagaimana memilih makanan yang layak dikonsumsi. Mereka juga diajarkan bahwa roti yang sudah berjamur tidak boleh dibeli maupun dimakan karena dapat membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak menikmati setiap tahapan proses, mulai dari mengenal bahan hingga menghias pizza yang nantinya dapat dinikmati bersama.

Baca Juga:  Komunitas Wartawan Lokal Gelar Halal Bihalal di Banyumas, Tekankan Profesionalisme Jurnalistik

“Yang menarik, mereka sangat menikmati prosesnya. Saat memberikan topping pada pizza, kreativitas mereka muncul dengan alami. Pengalaman seperti ini akan tersimpan dalam memori anak-anak dan menjadi pembelajaran yang berharga,” tambah Anggara.

Sementara itu, Kepala TK PGRI Al Ikhlas Pesantren, Sulastri, S.Pd.AUD., mengatakan bahwa outing class merupakan bagian dari program pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar bermakna di luar ruang kelas.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih motorik halus, kemampuan sosial-emosional, serta membangun karakter mandiri.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Kami berharap mereka semakin memahami pentingnya kemandirian, berani mencoba hal baru, dan mampu mengembangkan kreativitas sejak dini,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif. Melalui pengalaman langsung di lapangan, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun keberanian, kreativitas, dan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.

Pewarta : (Shlh)