
Purwokerto | Jawapost.Net
SRAMBI PAUD Center menggelar kegiatan parenting bagi orang tua dan wali murid sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung di Aula SRAMBI PAUD Center, Jalan Kesatrian No. 58, Sokanegara, Purwokerto Timur, itu digelar menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Agenda tersebut menjadi wadah edukasi bagi para orang tua untuk memahami pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak pada masa emas perkembangan, yakni usia 0 hingga 6 tahun. Melalui sinergi yang kuat antara rumah dan sekolah, diharapkan anak memperoleh fondasi terbaik bagi proses belajar dan tumbuh kembangnya.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi bertajuk “Gizi Jadi Penentu Kualitas Otak Anak” yang disampaikan oleh ahli gizi Afina Rachma Sulistyaning, S.Gz., M.Sc., Dietisien. Ia menjelaskan bahwa sekitar 80 persen perkembangan otak terjadi pada rentang usia 0–6 tahun, dimulai sejak masa konsepsi atau periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Menurut Afina, fase tersebut merupakan masa paling krusial dalam pembentukan jaringan saraf otak.
“Pada periode ini, otak membentuk jutaan sinaps setiap detik. Inilah jendela penting yang menentukan kualitas perkembangan anak di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga sangat memengaruhi kualitas koneksi antar sel saraf yang berperan dalam kemampuan bahasa, kognitif, motorik, hingga proses belajar anak.
“Apa yang dikonsumsi anak hari ini akan menjadi fondasi bagi cara berpikir dan kemampuan belajarnya di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRAMBI PAUD Center, Tanti Tri Hastuti, S.TP., M.Pd, menyampaikan materi bertajuk “Attachment dan Regulasi Diri, Bekal Mandiri di Sekolah”. Ia menekankan pentingnya hubungan emosional yang hangat antara orang tua dan anak sebagai bekal utama dalam membangun kesiapan anak memasuki lingkungan sekolah.
Menurutnya, anak yang tumbuh dengan rasa aman, dicintai, dan dipahami akan lebih mudah mengembangkan kepercayaan diri, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan belajar.
“Ketika anak merasa aman dan mendapatkan kasih sayang di rumah, ia akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di sekolah serta lebih terbuka menerima pengalaman dan pengetahuan baru,” ungkap Tanti.
Ia juga menjelaskan bahwa kemampuan mengatur emosi dan perilaku atau self regulation tidak muncul secara instan, melainkan terbentuk melalui pola asuh yang responsif dan hubungan yang erat antara orang tua dengan anak.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberi kesempatan kepada para orang tua untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber. Melalui agenda ini, SRAMBI PAUD Center berharap kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah semakin meningkat.
Dengan dukungan gizi yang tepat serta pola asuh yang penuh kasih, anak-anak diharapkan mampu tumbuh optimal, mandiri, dan siap menghadapi setiap tahapan perkembangan pada masa emas kehidupannya. (Shlh).
