Cilacap | Jawapost.Net

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik dengan meluncurkan MAS ICAL (Manajemen Antrean Sistem Imigrasi Cilacap), sebuah inovasi layanan antrean digital yang memungkinkan masyarakat memantau nomor antrean secara real time melalui telepon seluler.

Inovasi yang mulai diterapkan secara efektif sejak 8 Juli 2026 tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman, fleksibel, dan transparan, khususnya bagi pemohon paspor maupun layanan keimigrasian lainnya.

Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi diwajibkan menunggu sepanjang waktu di ruang pelayanan hanya untuk memastikan nomor antreannya dipanggil. Pemohon kini dapat memanfaatkan waktu menunggu untuk beribadah, menuju toilet, membeli makanan atau minuman, maupun keperluan lain di sekitar kantor, tanpa khawatir kehilangan giliran.

Penggunaan MAS ICAL pun dibuat sederhana dan mudah diakses. Pemohon cukup memindai kode QR yang telah disediakan di sejumlah titik area pelayanan menggunakan kamera ponsel atau aplikasi pemindai QR. Selain itu, sistem juga dapat diakses melalui laman antrian-masical.com/display, kemudian pengguna hanya perlu mengaktifkan fitur audio agar dapat mendengarkan panggilan nomor antrean secara langsung dari perangkat masing-masing.

Inovasi ini digagas oleh Sap Pratiwi Wulan Dari, S.H., M.H., selaku Action Leader Aksi Perubahan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Subseksi Teknologi Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap.

MAS ICAL merupakan bagian dari aksi perubahan yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi teknologi informasi. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu menciptakan layanan keimigrasian yang semakin modern, efektif, efisien, transparan, serta mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peluncuran MAS ICAL sekaligus menegaskan komitmen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Inovasi tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap percepatan transformasi digital pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Baca Juga:  Sadewo Pimpin KAGAMA Banyumas, Dorong Kolaborasi Alumni untuk Majukan Daerah

Pewarta: (Shlh).