Banyumas | Jawapost.Net

Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Upaya tersebut ditegaskan dalam kegiatan Gerakan Cegah Stunting yang digelar di Pendopo Si Panji, Banyumas, Rabu (19/8/2026).

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, pencegahan stunting tidak semestinya baru dilakukan ketika seseorang telah menjadi orang tua. Upaya tersebut justru perlu dimulai sejak masa remaja hingga memasuki fase kehamilan.

Menurut Lintarti, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar pencegahan stunting dipahami sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Pendampingan ibu hamil, penguatan peran posyandu, serta edukasi kesehatan bagi remaja menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

“Saya ingin kita semua tidak lelah mengedukasi masyarakat bahwa mencegah stunting sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana,” ujar Lintarti.

Ia menjelaskan, langkah sederhana itu antara lain mengajak remaja putri aktif mengonsumsi tablet tambah darah, memastikan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan, memenuhi kebutuhan protein hewani, datang ke posyandu setiap bulan, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.

“Langkah-langkah sederhana inilah yang akan menentukan kualitas generasi kita di masa depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas dr. Dani Esti Novia mengatakan, kegiatan yang diikuti 134 peserta tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen lintas sektor dan masyarakat dalam mempercepat pencegahan serta penurunan stunting.

Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana untuk mengampanyekan gerakan ABCDE sebagai langkah praktis pencegahan stunting.

Gerakan tersebut meliputi Aktif minum Tablet Tambah Darah, Bumil teratur memeriksakan kehamilan minimal enam kali, Cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke Posyandu setiap bulan, serta Eksklusif ASI selama enam bulan.

Dani berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, diperlukan tindak lanjut berupa aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan agar intervensi spesifik maupun sensitif dapat berjalan secara optimal.

Baca Juga:  Dari Purbalingga untuk Dunia Digital : Tri Wahyu Nur Hidayat, Pakar IT yang Bikin Website Kelas Profesional

“Oleh karenanya, hari ini juga akan diadakan talkshow mengenai pemberian makanan bayi dan anak yang tepat,” terangnya.

Ia menambahkan, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, hingga keluarga.

Namun, keluarga tetap menjadi unsur paling penting karena tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya.

“Utamanya keluarga, karena keluarga sangat berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Keluargalah yang tahu betul bagaimana kondisi anak,” pungkasnya.

Upaya pencegahan stunting di Banyumas pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama. Sebab, memastikan anak tumbuh sehat dan berkualitas sejak awal kehidupan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

By: (Shlh)