Kebumen | Jawapost.Net

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak lagi cukup. Pelajar juga dituntut mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Pesan itulah yang ditekankan Polres Kebumen saat membekali siswa kelas X SMK Negeri 2 Kebumen melalui pelatihan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Kabag SDM Polres Kebumen Kompol Heryubowo tersebut memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai perkembangan AI sekaligus cara bersikap kritis terhadap berbagai konten yang beredar di ruang digital.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kecermatan dalam menerima dan menyebarkan informasi.

“Yang penting bukan hanya bisa menggunakan AI, tetapi bagaimana kita tetap kritis terhadap informasi yang kita terima. Jangan langsung percaya hanya karena sebuah foto, video, atau informasi terlihat meyakinkan,” kata I Putu Bagus Krisna Purnama.

Menurutnya, AI memiliki manfaat besar bagi dunia pendidikan. Teknologi tersebut dapat membantu pelajar menemukan referensi, memahami materi pembelajaran, hingga menuangkan ide dan mengembangkan kreativitas.

Namun, kemudahan teknologi juga membawa tantangan. AI dapat dimanfaatkan untuk membuat konten manipulatif yang sulit dibedakan dari kejadian nyata. Foto, suara, hingga video dapat direkayasa sehingga seolah-olah menggambarkan sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi.

Karena itu, para siswa diajak membangun kebiasaan sederhana sebelum mempercayai sebuah informasi. Mereka diminta memeriksa sumber, membandingkan informasi dengan referensi lain, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum dipastikan kebenarannya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program Polres Kebumen Paham AI yang digelar secara berkala di berbagai sekolah. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di SMA Pejagoan dengan melibatkan 341 siswa kelas X.

Baca Juga:  Dari Purbalingga untuk Dunia Digital : Tri Wahyu Nur Hidayat, Pakar IT yang Bikin Website Kelas Profesional

Program tersebut berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah. Pelaksanaan dilakukan secara bergilir dari satu sekolah ke sekolah lainnya setiap pekan.

Polres Kebumen berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai teknologi. Lebih dari itu, para pelajar diharapkan tumbuh sebagai generasi yang mampu memanfaatkan AI untuk hal positif sekaligus memiliki daya kritis ketika berhadapan dengan banjir informasi di dunia maya.

“Jadikan teknologi sebagai alat untuk belajar dan berkembang. Cek informasi sebelum percaya dan jangan ikut menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar,” ujar Kapolres.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di era AI, kecerdasan bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga keberanian untuk berhenti sejenak, memeriksa fakta, dan berpikir sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.

By : (Shlh)