
Purwokerto | Jawapost.Net
Reporter : Shlh.
Kebersihan tempat ibadah bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang nyaman, sejuk, dan harmonis. Pesan itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han.), saat memimpin karya bakti di Masjid Soedirman, kawasan samping SMAN 2 Purwokerto, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 150 peserta dari berbagai unsur. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan serta sejumlah fasilitas Masjid Soedirman.
Bagi Danrem, kegiatan itu tidak berhenti pada aktivitas bersih-bersih. Ada pesan sosial yang ingin dibangun, yakni mengajak masyarakat kembali peduli terhadap tempat ibadah sekaligus memakmurkannya dengan kegiatan yang memberikan manfaat.
“Masjid bersih, masyarakat adem. Kita makmurkan tempat ibadah kita, jangan hanya dibersihkan,” tegas Kolonel Inf Sidik Wiyono.

Menurutnya, tempat ibadah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain harus dijaga kebersihannya, tempat ibadah juga perlu dihidupkan melalui kegiatan keagamaan dan sosial sehingga keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Semangat tersebut, kata dia, juga tidak boleh berhenti pada satu tempat ibadah maupun dibatasi oleh perbedaan keyakinan. Masjid, gereja, wihara, pura, dan tempat ibadah lainnya merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan spiritual sekaligus memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat.
“Tempat ibadah, gereja, wihara, pura, mendapatkan pahala dari sisi Allah SWT,” ujarnya.
Karya bakti tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong. Keterlibatan sekitar 150 peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tempat ibadah dapat menjadi ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan itu juga mempererat kedekatan antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya berlangsung selama karya bakti, tetapi berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.
Rangkaian karya bakti Korem 071/Wijayakusuma dijadwalkan berlanjut hingga Kamis (27/8/2026) dengan menyasar sejumlah tempat ibadah lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus menanamkan nilai toleransi, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dari Masjid Soedirman, pesan yang dibawa Korem 071/Wijayakusuma terasa sederhana, tetapi memiliki makna luas: merawat tempat ibadah berarti ikut merawat kehidupan sosial.
Tempat ibadah yang bersih menghadirkan kenyamanan. Tempat ibadah yang makmur menghidupkan nilai spiritual. Sementara tempat ibadah yang menjadi ruang kebersamaan dapat menjadi salah satu fondasi untuk menjaga kerukunan masyarakat.
Bersih tempatnya, hidup ibadahnya, kuat kebersamaannya. (**).
