Kebumen | Jawapost.Net

Reporter : Shlh.

Pemerintah Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, mulai mematangkan arah pembangunan untuk tahun 2027. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), berbagai usulan dan program prioritas dibahas bersama agar rencana pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Musrenbangdes pembahasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 tersebut digelar di Aula Desa Jatijajar, Senin (24/8/2026). Forum dihadiri Kepala Desa Jatijajar Zulmiyatno beserta jajaran pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua dan anggota BPD, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Desa memaparkan sejumlah rencana program yang menjadi bahan penyusunan RKP Desa 2027. Pembahasan mencakup penyelenggaraan pemerintahan desa, pendidikan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, kebudayaan, keagamaan, pertanian, penanggulangan bencana hingga pembiayaan.

Sejumlah kebutuhan dasar masyarakat turut menjadi perhatian. Di antaranya dukungan terhadap penyelenggaraan PAUD, TK, madrasah dan kegiatan pendidikan lainnya, peningkatan sarana-prasarana desa, pembangunan serta rehabilitasi jalan, hingga peningkatan kapasitas tenaga keamanan.

Bidang pemberdayaan masyarakat juga mendapat porsi dalam pembahasan, termasuk pembinaan PKK serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sementara sektor pertanian diarahkan pada rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan bibit tanaman, serta pengembangan sarana dan prasarana pertanian.

Persoalan air dan lingkungan menjadi salah satu isu yang cukup mendapat perhatian dalam musyawarah. Kondisi Desa Jatijajar yang memiliki sumber air tanah dan potensi sumber air lainnya mendorong munculnya pembahasan mengenai penyediaan serta pengelolaan air agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah desa membahas rencana pengembangan sistem pengendalian air dan drainase, penyediaan sarana air bersih, pengelolaan lingkungan, serta program yang berkaitan dengan perumahan dan kawasan permukiman.

Baca Juga:  Menjelang Pensiun, Sekda Banjarnegara Indarto dan Istri Pamitan ke ASN

Antisipasi terhadap kondisi darurat dan bencana juga masuk dalam agenda perencanaan. Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan desa sekaligus memastikan masyarakat memiliki dukungan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Dalam forum yang berlangsung partisipatif tersebut, masyarakat dan tokoh setempat diberikan ruang untuk menyampaikan usulan. Setiap masukan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program yang akan diprioritaskan dalam RKP Desa 2027.

Pemerintah Desa Jatijajar juga menyampaikan perkembangan dan rencana penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penguatan koperasi diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi aktivitas ekonomi warga dan mendukung kemandirian desa.

Kepala Desa Jatijajar Zulmiyatno menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan.

“Masukan dan usulan dari masyarakat sangat penting agar program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatijajar,” ujarnya.

Musrenbangdes tidak sekadar menjadi forum menyusun daftar kegiatan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan pandangan antara pemerintah desa, lembaga desa dan masyarakat dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

Dengan proses perencanaan yang terbuka dan partisipatif, rancangan RKP Desa Jatijajar Tahun 2027 diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih tepat sasaran, realistis, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat. (**).