
Cilacap | Jawapost.Net – Program Kampung Zakat Rebon di Desa Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, terus diarahkan menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui penyaluran zakat produktif, empat kelompok majelis taklim disiapkan untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian, kerajinan, UMKM, hingga peternakan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan tim lembaga pengelola zakat bersama Al Azhar dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap ke Desa Banjarwaru, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan yang telah berjalan di desa tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Banjarwaru Mugi Prihantono beserta jajaran perangkat desa, Hj. Sri Endah bersama jajaran Kemenag Cilacap, perwakilan lembaga pengelola zakat, serta pengurus sejumlah majelis taklim penerima program.
Dalam sambutannya, Hj. Sri Endah menjelaskan bahwa pola pemberdayaan tahun ini dirancang lebih terarah. Dana zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha agar memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang, khususnya bagi kelompok mustahik.
Empat kelompok majelis taklim menjadi sasaran program tersebut. Majelis Taklim Kirana Mukti akan mengembangkan kebun buah produktif melalui bantuan bibit tanaman buah. Penanaman direncanakan memanfaatkan tanah milik desa, dengan pengelolaan dipercayakan kepada anggota kelompok agar hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banjarwaru.

Selanjutnya, Majelis Taklim Al-Hidayah yang beranggotakan para perajin bambu akan mendapatkan pendampingan melalui asesmen kebutuhan peralatan produksi. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kerajinan sekaligus mempercepat proses pengerjaan.
Sementara itu, Majelis Taklim An-Nur Banjarwaru Lovers dipersiapkan mengikuti pelatihan pengembangan usaha UMKM. Kebutuhan bantuan peralatan dan perlengkapan pengemasan produk juga akan dikaji melalui peninjauan lapangan.
Adapun Majelis Taklim APAR diarahkan untuk membentuk kelompok usaha peternakan domba. Pada tahap awal, kelompok ini direncanakan beranggotakan lima orang yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam beternak.
Hj. Sri Endah menyebut pemilihan usaha ternak domba didasarkan pada potensi pengembangbiakannya. Selain itu, pengalaman program peternakan yang telah berjalan di lingkungan UPZ Kementerian Agama menunjukkan perkembangan positif.
“Program Kampung Zakat Rebon ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin bantuan zakat yang disalurkan dapat menjadi modal usaha produktif sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Desa Banjarwaru, Mugi Prihantono, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian lembaga pengelola zakat bersama Kemenag Cilacap terhadap masyarakat desanya.
Menurut Mugi, program Kampung Zakat yang telah berjalan hampir empat tahun tersebut memberikan kontribusi positif bagi pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.
Pemerintah desa, lanjutnya, mendukung keberlanjutan program tersebut dan berharap setiap kelompok penerima mampu mengelola bantuan secara optimal serta bertanggung jawab.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Mugi.
Usai rangkaian sambutan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau lokasi yang dipersiapkan untuk penanaman bibit tanaman buah bersama kelompok Majelis Taklim Kirana Mukti.
Melalui pengembangan empat sektor usaha tersebut, Kampung Zakat Rebon diharapkan mampu menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas. Tidak sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, zakat produktif diharapkan menjadi modal tumbuhnya usaha, membuka peluang ekonomi, dan memperkuat kemandirian keluarga.
Sinergi lembaga pengelola zakat, Kementerian Agama, pemerintah desa, dan kelompok majelis taklim ini sekaligus menjadi langkah membangun kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari tingkat desa. (Shlh).
SAELAN






