BANYUMAS,Jawapost.net — Pemerintah Kabupaten Banyumas kini memiliki rumah singgah pelayanan sosial sebagai pusat rehabilitasi bagi pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT).

Fasilitas tersebut diresmikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti di Jalan Kertawibawa, Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Selasa (23/12/2025).

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, keberadaan rumah singgah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan rehabilitasi sosial yang mudah diakses, cepat, dan responsif, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat serta tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Menurut Sadewo, rumah singgah Banyumas menyediakan tiga layanan utama. Pertama, layanan data dan pengaduan yang meliputi pengusulan data terpadu guna memperoleh program perlindungan dan bantuan sosial.

 

 

Kedua, layanan kedaruratan berupa penanganan segera bagi penerima layanan yang membutuhkan pertolongan cepat.

Ketiga, layanan pemenuhan kebutuhan dasar, mulai dari makanan, sandang, penyediaan alat bantu, hingga bimbingan fisik, mental, spiritual, dan sosial, serta fasilitasi rujukan ke lembaga atau instansi terkait sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Dengan berbagai layanan tersebut, rumah singgah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat persinggahan sementara, tetapi benar-benar menjadi ruang pemulihan sosial, tempat membangun kembali harapan, martabat, dan masa depan para penerima layanan,” ujar Sadewo.

Ia menambahkan, rumah singgah tersebut memanfaatkan gedung eks Kantor Pembantu Bupati Banyumas Wilayah Karanglewas atau Kawedanan yang direvitalisasi agar layak dan representatif sebagai pusat layanan rehabilitasi sosial.

Pembangunannya dilakukan melalui skema pembiayaan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam menghadirkan rumah singgah bagi PGOT.

Baca Juga:  BRI Life Banyumas Sosialisasikan Program Perlindungan Perangkat Desa di Sumpiuh

 

 

Ia menyebut keberadaan fasilitas tersebut merupakan langkah penting dalam penanganan masalah sosial secara berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, serta masyarakat yang telah mendukung berdirinya rumah singgah ini,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, rumah singgah tersebut memiliki kapasitas hingga 100 orang dan masih terbuka untuk dikembangkan ke depan. Ia berharap rumah singgah dapat berperan sebagai jembatan sosial yang membantu para penghuninya kembali ke keluarga masing-masing.

Taj Yasin mencontohkan masih adanya warga yang telah pulih dari perawatan kesehatan, namun belum dapat diterima kembali oleh keluarga.

Dalam kondisi tersebut, rumah singgah dinilai penting sebagai ruang komunikasi dan pendampingan agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan dengan baik.

“Proses pemulihan itu tidak mudah. Ketika mereka sudah sembuh, seharusnya bisa diterima kembali. Jika tidak, justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis baru. Di sinilah peran rumah singgah menjadi sangat penting,” ujarnya. (Shlh).