
Pidie | Jawapost.Net
Pemerintah Kecamatan Indrajaya terus mendorong lahirnya desa-desa mandiri melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal. Salah satu contoh nyata terlihat dari keberhasilan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Asoe Donya di Gampong Tampieng Baro yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai sumber pendapatan desa sekaligus penopang ketahanan pangan.
Keberhasilan tersebut menjadi sorotan saat rombongan Pemerintah Kecamatan Indrajaya melakukan kunjungan kerja ke lokasi peternakan BUMG Asoe Donya, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meninjau secara langsung perkembangan usaha yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pengurus BUMG Asoe Donya, Muazin, menjelaskan bahwa usaha peternakan ayam petelur mulai dirintis pada Agustus 2025 dengan memanfaatkan alokasi 20 persen dana APBG. Total investasi yang digelontorkan mencapai Rp158.000.000, digunakan untuk pembangunan kandang serta pengadaan bibit ayam petelur.
“Pada tahap awal kami mengisi kandang dengan 300 ekor ayam yang dipelihara sejak usia 12 minggu. Saat ini produksi sudah mencapai sekitar 300 butir telur setiap hari,” jelas Muazin.
Ia mengatakan, kapasitas usaha masih akan terus dikembangkan. Pada tahun mendatang, BUMG menargetkan populasi ayam meningkat menjadi 1.000 ekor, bahkan dalam jangka panjang kawasan peternakan tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 8.000 ekor ayam petelur apabila mendapat tambahan dukungan pendanaan maupun investasi.
Hasil produksi telur saat ini dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga berkisar Rp40.000 hingga Rp45.000 per papan, sehingga warga dapat memperoleh telur berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Selain meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG), usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Hingga kini, operasional BUMG Asoe Donya telah menyerap 11 tenaga kerja lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Sekretaris Gampong Tampieng Baro, Jumadi, mengapresiasi perkembangan usaha tersebut. Menurutnya, keberadaan BUMG telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa yang terus menunjukkan hasil positif.
“Kami bangga karena BUMG ini mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Gampong. Ke depan kami akan berupaya menambah alokasi anggaran serta menggandeng investor agar usaha ini berkembang lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Camat Indrajaya Muhammad Nauval, S.STP, menegaskan bahwa setiap desa harus memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada Dana Desa.
“Setiap gampong harus memiliki usaha produktif yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Gampong. Usaha ayam petelur seperti yang dijalankan BUMG Asoe Donya memiliki prospek sangat baik karena selaras dengan program ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya berharap seluruh 49 gampong di Kecamatan Indrajaya minimal memiliki satu unit usaha produktif yang mampu menopang ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, potensi ekonomi desa tidak hanya terbatas pada sektor peternakan ayam petelur, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai usaha produktif lain yang sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kabid BUMDes beserta jajaran, Camat Indrajaya Muhammad Nauval, S.STP, Camat Peukan Baro Iswadi, S.Hi, Sekretaris Kecamatan Indrajaya, pendamping desa, pengurus dan pengawas BUMG Asoe Donya, serta masyarakat setempat.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kecamatan Indrajaya berharap keberhasilan BUMG Asoe Donya dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun usaha produktif yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi desa.
Pewarta: Shlh
