Boyolali | Jawapost.net

Komitmen menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur terus diperkuat jajaran Kodim 0724/Boyolali. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui latihan menembak senjata ringan Semester II Tahun Anggaran 2026 yang digelar pada Senin (15/06/2026), dengan melibatkan seluruh personel mulai dari Perwira, Bintara hingga Tamtama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam program pembinaan personel guna memastikan setiap prajurit tetap memiliki kemampuan dasar keprajuritan yang terpelihara dengan baik. Selain meningkatkan keterampilan teknis, latihan juga bertujuan mempertahankan kesiapan mental dan naluri tempur yang menjadi ciri utama seorang prajurit.

Pasi-2/Ops Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Muslih, menjelaskan bahwa kemampuan menembak merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki dan terus diasah oleh setiap prajurit TNI Angkatan Darat. Menurutnya, latihan yang dilaksanakan secara rutin menjadi sarana untuk menjaga kualitas personel agar selalu siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.

“Latihan ini bukan hanya untuk memperoleh nilai tembakan yang baik, tetapi juga untuk memelihara naluri tempur perorangan yang harus selalu terjaga dalam setiap kondisi,” ujar Kapten Muslih.

Dalam pelaksanaannya, para peserta menjalani latihan menembak senjata laras panjang pada jarak 100 meter dengan posisi tiarap. Setiap prajurit menggunakan 13 butir peluru yang terdiri dari tiga peluru koreksi dan sepuluh peluru penilaian.

Selain itu, kemampuan menembak pistol juga turut diuji melalui latihan pada jarak 20 meter dengan posisi berdiri. Sistem penilaian yang diterapkan sama, sehingga setiap peserta dituntut mampu menunjukkan konsistensi, ketelitian, dan penguasaan teknik dalam menggunakan senjata.

Sebelum memasuki lapangan tembak, seluruh peserta mendapatkan pengarahan serta briefing terkait prosedur keamanan dan keselamatan latihan. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat penggunaan senjata memerlukan disiplin tinggi dan kepatuhan penuh terhadap setiap aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Polres Purbalingga Terjunkan Pleton Siaga Bhayangkara di dua Lokasi Bencana

Kapten Muslih menegaskan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya diukur dari hasil tembakan yang diperoleh, melainkan juga dari sejauh mana seluruh peserta mampu menjalankan prosedur keamanan secara disiplin dan bertanggung jawab.

“Manfaatkan setiap kesempatan latihan dengan maksimal. Rasakan setiap perkenaan tembakan dan jadikan latihan ini sebagai sarana meningkatkan kemampuan diri sehingga setiap peluru yang digunakan benar-benar memberikan hasil optimal,” tegasnya.

Melalui latihan yang berlangsung secara terencana dan berkelanjutan tersebut, Kodim 0724/Boyolali berharap seluruh prajurit semakin profesional, terampil, serta memiliki kesiapan tempur yang tinggi. Di tengah dinamika tugas yang terus berkembang, kemampuan dasar yang terjaga dengan baik menjadi modal utama dalam mendukung pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pewarta : Shlh